DPD Hidayatullah Polewali Mandar Launching MQH Nurul Hidayah

0
82

HidayatullahSulbar.Com, POLEWALI MANDAR — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Polewali Mandar bersama Muslimat Hidayatullah (Mushida) Polewali Mandar melaunching Majelis Qur’an Hidayatullah (MQH) Nurul Hidayah di Masjid Nurul Hidayah Duampanua, Ahad (30/8/2026).

Launching tersebut merupakan bagian dari upaya DPD Hidayatullah Polewali Mandar bersama organisasi pendukungnya memperluas gerakan pembelajaran Al-Qur’an di tengah masyarakat melalui gerakan GranD MBA.

Menurut Ketua DPD Hidayatullah Polewali Mandar Ahmad Syahril, S.Pd, MQH Nurul Hidayah yang saat ini masih beranggotakan 12 orang itu harapnya selain menjadi tempat belajar membaca Al-Qur’an, juga agar menjadi ruang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, saling menguatkan dalam kebaikan, serta membangun keluarga yang dekat dengan Al-Qur’an.

“Semangat ber-Qur’an harus terus kita tumbuhkan. Melalui gerakan GranD MBA, kita ingin menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang ringan, mudah dipahami, menyenangkan, dan dapat dilakukan secara berkesinambungan,” kata Syahril.

Syahril juga mengingatkan jamaah mengenai keutamaan mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

“Hadits ini menjadi motivasi bagi kita semua bahwa belajar Al-Qur’an adalah sebuah kemuliaan. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Yang terpenting adalah kemauan untuk memulai, kemudian istiqomah dalam menjalaninya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Mushida Polewali Mandar, Uun Umaira, mengatakan pengurus Mushida akan terlibat langsung mendampingi jamaah MQH Nurul Hidayah dalam proses pembelajaran Al-Qur’an yang diadakan setiap Ahad usai sholat subuh.

“Insya Allah, pengurus Mushida sendiri yang akan terjun langsung membersamai ibu-ibu Majelis Qur’an ini dalam belajar Al-Qur’an. Ini merupakan bentuk komitmen sekaligus tindak lanjut setelah kami mengikuti kegiatan Dauroh Mu’allim di Mamuju beberapa waktu yang lalu,” kata Uun.

Ia menegaskan, keberadaan MQH Nurul Hidayah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan launching, tetapi dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi jamaah serta masyarakat sekitar.

Launching MQH Nurul Hidayah diikuti puluhan ibu-ibu yang menyatakan kesiapan mengikuti pembelajaran Al-Qur’an secara rutin.

Salah seorang peserta, Rosnani, mengaku terbantu dengan hadirnya program tersebut. Menurutnya, metode pembelajaran yang digunakan ringan dan mudah dipahami sehingga meningkatkan semangat untuk belajar Al-Qur’an.

“Alhamdulillah, kami merasa terbantu dengan adanya metode ini. Ringan dan mudah dipahami, sehingga membuat kami lebih semangat untuk belajar Al-Qur’an,” ujar Rosnani.

Ia berharap para jamaah MQH Nurul Hidayah dapat istiqomah mengikuti pembelajaran dan semakin mencintai Al-Qur’an.

“Mudah-mudahan semua ibu-ibu yang mengaji di MQH ini terus istiqomah, semakin mencintai Al-Qur’an dan menjadi Ahlul Qur’an,” katanya. (Abu Haniyyah)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini