HidayatullahSulbar.Com, MAMUJU — Sebanyak 70 guru Al-Qur’an, dai dan daiyah, serta murabbi halaqah dari berbagai daerah di Sulawesi Barat mengikuti Daurah Mu’allim Al-Qur’an dan Grand MBA di Masjid Al Walidain Hidayatullah Mamuju, Sabtu-Ahad (8-9/8/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Penguatan Kompetensi Guru Al-Qur’an dalam Membangun Generasi Qur’ani Menuju Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” ini menjadi momentum memperkuat kapasitas para pendidik dan pembina Al-Qur’an di Sulawesi Barat.
Kegiatan tersebut diinisiasi Departemen Dakwah dan Pelayanan Umat DPW Hidayatullah Sulbar, dengan dukungan PosDai, Muslimat Hidayatullah (Mushida), BMH dan YPCM.
Hadir sebagai pemateri Muhammad Agung Tranajaya, M.Si., Muhdi Muhammad, S.Sos.I., instruktur Grand MBA Nasional, serta Ketua DPD Hidayatullah Polman, Ahmad Syahril, S.Pd.I.
Kepala Departemen Dakwah dan Pelayanan Umat DPW Hidayatullah Sulbar, Taufik Malik, S.Sos.I., mengatakan kegiatan ini menjadi wahana untuk memperdalam ilmu Al-Qur’an sekaligus memperkuat kemampuan peserta dalam mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan ini menjadi wahana untuk mendapatkan ilmu Al-Qur’an yang membawa keberkahan ke dalam kehidupan sehari-hari,” kata Taufik.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sebelumnya sempat tertunda karena kendala teknis. Namun, pada pelaksanaannya kali ini, panitia dapat menghadirkan langsung Muhammad Agung Tranajaya, M.Si.
Taufik berharap peserta tidak berhenti pada pemahaman materi selama daurah, tetapi mampu menerapkannya ketika kembali ke keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Sulbar, Najamuddin, M.Pd., menegaskan posisi Grand MBA sebagai bagian penting dari pola pembinaan di lingkungan Hidayatullah.
“Grand MBA adalah DNA-nya Hidayatullah yang terus melakukan pembinaan dengan dasar Al-Qur’an untuk membina keluarga dan jamaahnya,” tegas Najamuddin.
Senada, Muhammad Agung Tranajaya menekankan pentingnya membangun kedekatan masyarakat dengan Al-Qur’an. Menurutnya, upaya tersebut harus dilakukan secara beriringan, yakni mendekatkan Al-Qur’an kepada masyarakat sekaligus mendekatkan masyarakat kepada Al-Qur’an.
Dengan kedekatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang terbimbing dan terpimpin di bawah naungan Al-Qur’an. (bash)


