Bukan Sekadar Cerdas, Orang Tua Diajak Siapkan Anak yang Saleh dan Berkarakter

0
42
Orang tua dan wali murid mengikuti kajian parenting tentang pendidikan anak soleh, cerdas, dan berkarakter di Mamuju

HidayatullahSulbar.Com, MAMUJU — Pendidikan anak tidak berhenti di ruang kelas. Jauh sebelum mengenal guru dan bangku sekolah, anak belajar dari lingkungan terdekatnya: keluarga.

“Untuk meraih visi soleh itu, anak butuh kita cerdaskan. Dunia tidak mudah, tantangan hidup semakin berat. Anak yang soleh tanpa cerdas, akan sulit berjuang menegakkan kesolehannya”. Terang pemapar.

Pesan inilah yang mengemuka dalam kegiatan parenting bertema “Mendidik Anak Soleh, Cerdas, Berkarakter” yang diikuti sekitar 120 orang tua dan wali murid di Mamuju pada Ahad, (4/10/2026).

Kegiatan yang digelar Muslimat Hidayatullah bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Cerdas Mandiri (YPCM) Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju bersama seluruh unit pendidikan, mulai TK, SD, SMP hingga SMA, tersebut menghadirkan Ustadz Samsul Bahri, S.E.  penulis buku Akar Karakter Anak Shaleh, sebagai narasumber.

Ia menambahkan, ” Mendidik anak bukan sekadar membesarkan, tapi membangun peradaban. Ada tiga tujuan dasar yang harus dipahami setiap orang tua dalam mendidik anak: Pertama Soleh, Kedua Cerdas, dan Ketiga Berkarakter. Ketiganya tidak bisa dipisahkan”.

Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias dan keakraban. Para orang tua dan wali murid tidak hanya datang dari Mamuju, tetapi juga dari Majene dan Mamuju Tengah.

Turut hadir Kepala Dinas Kesbangpol Provinsi Sulawesi Barat serta Kepala Sekolah Rakyat yang juga merupakan wali murid AL Furqan Islamic School.

Kecerdasan akademik, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan parenting itu, perlu berjalan seiring dengan penguatan iman, ibadah, akhlak, dan karakter. Sebab, anak tidak hanya belajar dari nasihat yang disampaikan kepadanya, tetapi juga dari perilaku yang setiap hari dilihat di lingkungan keluarga.

Dengan demikian, rumah menjadi ruang pendidikan yang sangat menentukan. Bagi para peserta, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kembali pola pengasuhan yang selama ini diterapkan di rumah.

Salah seorang peserta mengapresiasi kegiatan parenting tersebut. Menurutnya, pembinaan bagi orang tua diperlukan karena tantangan dalam mendampingi tumbuh kembang anak terus berubah.

Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada satu momentum, melainkan dapat dilaksanakan secara rutin sehingga orang tua memperoleh wawasan dan pendampingan secara berkelanjutan.

Harapan serupa juga menjadi perhatian panitia. Ketua panitia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Muslimat Hidayatullah bersama YPCM Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju dan seluruh unit pendidikan dalam membangun sinergi antara sekolah dan keluarga.

“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Pendidikan anak membutuhkan keterlibatan orang tua. Karena itu, kegiatan seperti ini menjadi momentum untuk menyatukan visi antara guru dan orang tua dalam mendidik anak-anak kita,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan pendidikan anak tidak semata-mata diukur dari capaian akademik. Anak juga perlu dibekali iman, akhlak, karakter, kemandirian, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Orang tua merupakan salah satu guru pertama bagi anak. Apa yang dilakukan ayah dan ibu di rumah dapat menjadi pelajaran yang jauh lebih kuat daripada sekadar kata-kata.

Melalui kegiatan tersebut, Hidayatullah Mamuju mendorong terbangunnya kolaborasi yang lebih kuat antara keluarga dan lembaga pendidikan untuk melahirkan generasi yang soleh dan solehah, cerdas, berkarakter, mandiri, serta bermanfaat bagi umat dan bangsa.

Kegiatan itu diharapkan menjadi penguat dan motivasi pembinaan orang tua yang berkelanjutan. Sebab, pendidikan anak pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa tinggi prestasi yang diraih, tetapi juga tentang seberapa kuat iman, baik akhlak, dan besar manfaat yang kelak dapat diberikan kepada sesama. (najam/admin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini