HidayatullahSulbar.Com, Mamuju – DPW Hidayatullah Sulawesi Barat (Sulbar) menyelenggarakan Sekretaris Connect Sulawesi Barat 2026 dengan tema “Koordinasi, Upgrading & Penguatan Tata Kelola Sekretariat DPD Hidayatullah se-Sulawesi Barat”.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad (12–13/9/2026), tersebut dipusatkan di Kampus Madya Hidayatullah Mamuju dan diikuti seluruh sekretaris DPD Hidayatullah se-Sulawesi Barat.
Sesi pembukaan dihadiri secara daring oleh Wakil Sekretaris Jenderal I DPP Hidayatullah, Dede Heri Bakhtiar, SE., MM. Kegiatan ini juga diikuti secara hybrid oleh seluruh sekretaris PD dan PW Muslimat Hidayatullah (Mushida), serta pengurus Amal Usaha/Yayasan se-Sulawesi Barat.
Pembukaan Sekretaris Connect Sulbar 2026 dirangkaikan dengan Grand Launching Aplikasi Sistem Informasi Terpadu Hidayatullah Sulawesi Barat, serta sesi penguatan Sistahid dan digitalisasi aset organisasi.
Sekretaris Bukan Sekadar Juru Catat
Ketua DPW Hidayatullah Sulbar, Najamuddin, M.Pd., menegaskan bahwa sekretaris memiliki peran strategis dalam dinamika organisasi.
“Sekretaris bukan sekadar juru catat. Lebih dari itu, sekretaris adalah pihak yang dapat mengomunikasikan antar-departemen di internal organisasi, mengelola persuratan, serta menjaga ketelitian dalam menjalankan dinamika organisasi,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal I DPP Hidayatullah, Dede Heri Bakhtiar, menekankan bahwa sekretaris tidak hanya berfungsi dalam urusan administrasi, tetapi juga menjadi pusat informasi dan wajah organisasi.
Menurutnya, istilah secretary yang berkaitan dengan kata secret dalam bahasa Inggris, mengandung makna kerahasiaan. Namun, dalam konteks organisasi, sekretaris juga memiliki fungsi sebagai show window atau etalase informasi organisasi.
“Menampilkan performa Hidayatullah dengan kelengkapan data dan informasi harus bisa dilakukan oleh sekretaris,” ujarnya.
Ia menambahkan, sekretaris dituntut tidak hanya mampu menjalankan pekerjaan administratif, tetapi juga beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan organisasi yang terus berkembang.
Launching Aplikasi Sistem Informasi Terpadu
Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah Grand Launching Aplikasi Sistem Informasi Terpadu Hidayatullah Sulawesi Barat.
Aplikasi tersebut dikembangkan untuk memudahkan proses pelaporan organisasi secara real time, khususnya di wilayah Sulawesi Barat. Sistem informasi ini telah diaplikasikan di tingkat wilayah, dengan setiap pengurus mendapatkan kode akses untuk menyampaikan laporan secara berkala dan terintegrasi.
Sekretaris DPW Hidayatullah Sulbar, Drs. Massiara, yang juga merupakan kreator aplikasi tersebut, menjelaskan bahwa sistem informasi ini dikembangkan berbasis Google Sheets.
Menurutnya, aplikasi tersebut dapat dibagikan secara gratis kepada pengurus di daerah yang membutuhkan.
“Jika diinginkan, saya akan bagi gratis kepada semua teman-teman daerah agar mudah membuat laporan,” katanya.
Tingkatkan Kompetensi Sekretaris
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi dan pelatihan yang mendukung peningkatan kompetensi sekretaris.
Materi yang diberikan meliputi penulisan berita kegiatan, artikel, penerapan unsur 5W+1H, penyusunan judul dan lead berita, dokumentasi kegiatan, pemanfaatan AI untuk pekerjaan sekretaris, otomatisasi, peningkatan produktivitas, serta pemanfaatan aplikasi web.
Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai pendataan, pemutakhiran, pengelolaan, dan digitalisasi data aset organisasi.
Melalui kegiatan ini, DPW Hidayatullah Sulbar berharap para sekretaris DPD semakin kompeten dalam menjalankan tugasnya. Penguasaan teknologi dan penguatan tata kelola sekretariat diharapkan mampu mempercepat laju dinamika organisasi Hidayatullah di Sulawesi Barat. (bash)


