Sosialisasi Tracing Kader, Kini Makin Mudah Dapatkan Petugas Sesuai Kebutuhan

0
19

HidayatullahSulbar.Com, Mamuju – Sebagai bagian dari upaya membangun organisasi maju dan berpengaruh pada 2030 mendatang, Hidayatullah merlis sebuah system baru berdasar sebagian pada kecerdasan buatan.
Dalam rangka memperkuat tata kelola kaderisasi yang terstruktur, transparan, dan berkesinambungan, DPP Hidayatullah mengundang seluruh pimpinan amal usaha, badan usaha, struktur organisasi, kampus pesantren, dan perguruan tinggi Hidayatullah se-Indonesia untuk mengikuti kegiatan Sosialisasi Mekanisme Pengajuan dan Penugasan Kader
Acara dilaksanapan pada Kamis (25/6/2026) pukul 9 pagi Waktu Indonesia Tengah Via Zoom Meeting, terdapat 187 peserta tampak mengikuti secara aktif.
Kerjasama tiga departemen yakni Departemen SDI, Perkaderan dan Dikti dan Litbang.
Dalam sambutannya, Ketua DPP Hidayatullah Bidang Organisasi, Dr. Dudung Amadung Abdullah, S.H., M.H menekankan “Aset terbesar yang dimiliki adalah kader militan maka dari itu pengajuan tenaga sudah bukan lagi sebuah administrasi rutin semata”.
Abah Dudung (demikian sapaan familiarnya -Red.) menjelaskan agar dapat memastikan seluruh kader dapat menjalankan amanahnya di manapun, mengingat penugasan adalah perkaderan paling nyata.
“Diterbitkannya mekanisme pengajuan dan penugasan ini dimaksud agar kader dapat dipertimbangkan sesuai dengan kompetensinya”. Tutupnya.
Sejatinya prinsip the right man in the right place menjadi landasan utama dalam distribusi kader saat ini.
Sementara itu Sumariadi, S.Pd.I, Ketua Departemen Sumber Daya Insani juga menjelaskan bahwa seluruh stake holder dapat mengakses dengan mudah dalam mendapatkan alumni, “Jika sebelumnya dengan menyurat, kali ini dan seterusnya akan lebih mudah, cukup mengakses Tracing Kader, diasesmen lalu jika ada kesesuaian maka sudah bisa mendapatkan petugas baru”.
Fuad Fahrudin, S.Pd., M.Pd, Ketua Departemen Perkaderan sekaligus pemandu Sosialisasi Mekanisme Pengajuan dan Penugasan Kader, menyebut jika aplikasi tersebut baru dirilis dan masih terus dilakukan perbaikan.
Samsul Bahri, Ketua Tim SDI Sosialisasi Tracing Kader menjelaskan kemudahan system dimaksud, “Pengurus di daerah memiliki perojek apa dan akan mengajukan SDi dengan kompetensi apa, maka pusat akan melakukan assesmen dengan aplikasi Tracing Kader ini”.
Dengan menggunakan agent AI, proses mekanisme pengajuan akan akurat sesuai kebutuhan daerah. Human Capital Manajement (HCM) tersebut adalah pola yang dikembangkan di Departemen SDI.
Memudahkan asesmen calon petugas mendapatkan tempat tugas yang sesuai dengan kompetensi dan kecenderungannya berbasis AI.
Menurutnya, Tracing Kader semacam Market Place Kader, upaya membangun ekosistem kaderisasi agar lebih rapi lagi, melibatkan semua unsur organisasi dalam hal ini melibatkan departemen SDI, PTH dan tempat tugas.
Dengan demikian dapat meminimalisir ‘kebocoran’ dalam penugasan atau ada kader yang tinggalkan tempat karena merasa tidak sesuai dengan tanlentanya.
“Tolong respon dengan cepat karena akan memudahkan monitoring karena melibatkan system”

Sosialisasi akhirnya berjalan hangat karena dibuka sesi tanya jawab yang mencuatkan dinamika penugasan alumni Perguruan Tinggi Hidayatullah dalam dekade ini, sebagian menanyakan teknis mekanisme pengajuan petugas baru. (bash)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini