Monev DPD Hidayatullah Mamuju Perkuat Jati Diri Organisasi

0
61
Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) DPW Hidayatullah Sulawesi Barat bersama jajaran pengurus DPD Hidayatullah Mamuju mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi di Kampus Madya Hidayatullah Mamuju, Kamis (6/8/2026), sebagai upaya memperkuat konsolidasi jati diri, tata kelola organisasi, dan peningkatan kualitas program.

HidayatullahSulbar.Com, MAMUJU – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Mamuju melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Kampus Madya Hidayatullah Mamuju, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas pelaksanaan program, sekaligus memperkokoh jati diri perjuangan Hidayatullah.

Monev diikuti oleh jajaran pengurus DPD Hidayatullah Mamuju bersama tim Monitoring dan Evaluasi dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Barat. Selain mengevaluasi capaian program, kegiatan ini juga menjadi forum diskusi untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas organisasi.

Ketua DPD Hidayatullah Mamuju, Abd. Gapar, S.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa Monitoring dan Evaluasi bukan sekadar agenda administratif, melainkan ruang untuk melakukan muhasabah organisasi.

“Monev adalah motivasi bagi seluruh pengurus, bukan sekadar agenda administratif, tetapi menjadi ruang muhasabah agar kita memperoleh arahan dan solusi, khususnya dalam aspek manajemen, administrasi, kaderisasi, serta pengembangan amal usaha. DPD Hidayatullah Mamuju terus berupaya melakukan konsolidasi demi peningkatan kualitas organisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Barat yang diwakili oleh Sekretaris DPW, Drs. Massiara, menyampaikan bahwa kekuatan organisasi Hidayatullah terletak pada kokohnya jati diri para kader sebagai pejuang dakwah.

Mengangkat tema “Konsolidasi Jati Diri dan Organisasi Menuju Hidayatullah Mandiri dan Berpengaruh”, ia menekankan pentingnya memahami dan mengimplementasikan nilai al-ḥarakah al-jihādiyyah al-Islāmiyyah sebagai ruh perjuangan Hidayatullah.

Menurutnya, setiap kader Hidayatullah mengemban identitas sebagai seorang dai. Oleh karena itu, setiap napas perjuangan, langkah, gerak organisasi, hingga penyusunan dan pelaksanaan program harus senantiasa diwarnai oleh jati diri tersebut.

“Monev bukan hanya melihat apa yang telah dikerjakan, tetapi memastikan adanya evaluasi yang melahirkan perbaikan, monitoring yang menghasilkan tindak lanjut, sehingga perjalanan program ke depan menunjukkan progres yang nyata dan signifikan,” ungkapnya.

Foto bersama Tim Monitoring dan Evaluasi DPW Hidayatullah Sulawesi Barat bersama jajaran Pengurus DPD Hidayatullah Mamuju usai pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Program Kerja yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju, Kamis, 6 Agustus 2026

Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini diharapkan terbangun budaya organisasi yang semakin profesional, akuntabel, dan adaptif terhadap tantangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar perjuangan Hidayatullah sebagai gerakan dakwah, pendidikan, sosial, dan kaderisasi.

Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi menyeluruh terhadap aspek manajemen organisasi, administrasi, pelaksanaan program, kaderisasi, serta pengembangan amal usaha sebagai dasar penyusunan langkah-langkah perbaikan berkelanjutan menuju Hidayatullah yang semakin mandiri dan memberikan pengaruh positif bagi umat. (massiara)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini