
HidayatullahSulbar.Com, Nasional – Ustadz Sholih Hasyim sosok da’i, penulis, atau tokoh senior di lingkungan Hidayatullah. Beliau adalah seorang murabbi yang menanamkan gagasan, menyalakan harapan dan menggerakkan hati banyak orang untuk mengambil bagian dalam perjuangan Islam.
Sebagai Anggota Dewan Syura Pusat dan Dewan Murabbi Pusat Hidayatullah, beliau mengabdikan hidupnya untuk membina umat, menguatkan pesantren, menulis gagasan, tazkiyah, serta menyiapkan generasi yang mampu menghadirkan peradaban Islam yang mulia.
Saya termasuk salah satu yang merasakan sentuhan dakwah beliau.
Tahun 2008, saat masih duduk di bangku SMA, saya mengikuti sebuah kajian bedah edisi khusus majalah suara hidayatullah yang mengangkat tema “Membangun Indonesia Berperadaban Madinah 2024.” Saat itu, tema tersebut terasa begitu besar dan jauh melampaui cara pandang kami sebagai remaja.
Namun selama hampir dua jam, Ustadz Sholih Hasyim memaparkan gagasan-gagasannya dengan begitu runtut, visioner, dan penuh keyakinan. Saya terpesona. Saat itu belum pernah saya menyaksikan seorang ustadz menyampaikan taujih selama itu dengan tetap membuat audiens terpaku dan menikmati setiap uraian yang disampaikan.
Beliau tidak hanya berbicara tentang kondisi umat hari ini, tetapi juga tentang masa depan yang harus diperjuangkan. Beliau mengajak kami melihat Islam bukan sekadar ibadah personal, melainkan sebuah peradaban yang harus diwujudkan bersama.
Dari banyak tokoh yang saya temui, beliau adalah salah satu sosok yang menginspirasi saya untuk lebih dekat mengenal Hidayatullah, memahami manhaj perjuangannya, hingga akhirnya tetap istiqamah berkhidmat di dalamnya sampai hari ini.
Kini, sosok ulama, murabbi, dan penulis produktif itu telah berpulang ke rahmatullah.
Namun sesungguhnya, seorang pejuang tidak pernah benar-benar pergi. Beliau tetap hidup melalui gagasan yang diwariskan, tulisan yang ditinggalkan, kader yang dibina dan jejak perjuangan yang terus dilanjutkan.
Di zaman ketika banyak orang berlomba mencari popularitas, beliau mengajarkan pentingnya membangun peradaban. Di saat banyak orang sibuk memikirkan hari ini, beliau mengajak umat mempersiapkan masa depan.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal dakwah beliau, melapangkan kuburnya, mengangkat derajatnya di sisi-Nya, serta menjadikan kita termasuk orang-orang yang mampu melanjutkan cita-cita perjuangan yang beliau tanamkan.
Karena penghormatan terbaik kepada para ulama bukan hanya mengenang mereka, tetapi meneruskan langkah perjuangan yang telah mereka mulai.
Selamat jalan, Ustadz Sholih Hasyim. Jejakmu akan tetap hidup dalam hati dan perjuangan kami.
Semoga Allah merahmati beliau, mengampuni dosa-dosanya, dan mengumpulkan beliau bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Aamiin.
Adib Nursyahid /Qoulan Tsaqila, Kota Surabaya.

