74 Siswa SD Integral Al Furqan Mamuju Angkatan XV Resmi Diwisuda
HidayatullahSulbar.com, Mamuju – Sebanyak 74 siswa-siswi SD Integral Al Furqan Hidayatullah Mamuju Angkatan XV Tahun Ajaran 2025–2026 resmi diwisuda dalam acara penamatan yang digelar di Aula Asrama Haji Transit Mamuju, Senin (1/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Mengukir Prestasi Menuju Generasi yang Cerdas, Ceria, dan Berakhlak Mulia” itu dimulai pukul 08.00 WITA dan dihadiri seluruh wali murid serta tamu undangan.
Sebanyak 74 peserta penamatan terdiri atas 39 wisudawan dan 35 wisudawati. Suasana haru dan penuh syukur mewarnai prosesi wisuda yang menandai berakhirnya masa pendidikan para siswa di jenjang sekolah dasar.
Kepala SD Integral Al Furqan, Syamsuddin, S.Sos.I., menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para siswa menyelesaikan pendidikan mereka. Ia mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah mendampingi dan membimbing para siswa selama menempuh pendidikan, sebelum akhirnya mengembalikan mereka kepada orang tua untuk melanjutkan perjalanan pendidikan berikutnya.
Dalam pesannya kepada para wisudawan, Syamsuddin menekankan pentingnya menjaga ibadah dan kedekatan dengan Al-Qur’an.
“Jangan pernah meninggalkan salat, sebagaimana pesan Lukman kepada putranya,” ujarnya.
Ia mengutip Surah Luqman ayat 17 yang menegaskan pentingnya salat sebagai pondasi kehidupan seorang Muslim. Selain itu, ia juga mengingatkan agar Al-Qur’an senantiasa menjadi bacaan utama dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Al Furqan Islamic School tidak hanya berperan sebagai penyelenggara pendidikan formal, tetapi juga sebagai ekosistem pendidikan Islam yang menerapkan model Pendidikan Integral Berbasis Tauhid (PIBT). Model pendidikan ini mengintegrasikan pembelajaran umum dengan penanaman nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Pendidikan Cerdas Mandiri (YPCM), Gunawan, S.Pd.I., dalam sambutannya. Ia menegaskan pentingnya pendidikan yang mampu membentuk karakter dan akhlak peserta didik seiring dengan peningkatan kompetensi akademik.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Dewan Murabbi Pusat Hidayatullah, KH. Dr. Tasrif Amin, M.Pd., yang juga merupakan salah satu perintis Hidayatullah Mamuju, turut hadir memberikan tausiah dan motivasi kepada para orang tua serta lulusan.
Dalam pemaparannya, ia menyampaikan bahwa pendidikan merupakan proses jangka panjang yang berlangsung sejak lahir hingga akhir hayat.
“Pendidikan adalah program jangka panjang. Karena itu dikenal istilah long life education atau pendidikan sepanjang hayat,” katanya.
Tasrif Amin juga mengingatkan para orang tua agar tidak meninggalkan generasi yang lemah, baik dari sisi keimanan maupun karakter. Menurutnya, iman merupakan pondasi utama yang akan melahirkan adab dan akhlak mulia pada diri anak.
Ia mengimbau para orang tua untuk cermat memilih jenjang pendidikan lanjutan agar nilai-nilai agama yang telah ditanamkan sejak dini tetap terjaga. Salah satu alternatif yang dinilai efektif adalah pendidikan berbasis boarding school yang mampu mengawal perkembangan karakter dan spiritual peserta didik.
“Mereka membutuhkan pendidikan yang baik, lingkungan yang saleh, teladan yang benar, perhatian, kasih sayang, serta dukungan umat yang peduli,” ujarnya.
Menutup pesannya, Tasrif Amin menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari warisan materi yang diberikan kepada anak, tetapi juga dari kualitas ketakwaan generasi yang ditinggalkan.
“Mewariskan harta itu baik, tetapi mewariskan generasi yang bertakwa jauh lebih mulia,” pungkasnya. (bash)

