Rekrutmen Anggota adalah Budaya Organisasi Dinamis

0
17

HidayatullahSulbar.Com, Motivasi – Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Kerja Semester I Tahun 2026 yang dilaksanakan DPW Hidayatullah Sulawesi Barat bukan sekadar forum menyampaikan angka-angka capaian.

Lebih dari itu, momen ini seharusnya menjadi titik refleksi bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program yang disusun, tetapi oleh kekuatan sumber daya manusia yang menjalankannya.

Tema “Menguatkan Konsolidasi, Mempercepat Capaian, Mewujudkan Target 2026” sesungguhnya memiliki satu prasyarat penting yang tidak boleh diabaikan, yaitu bertambahnya anggota dan kader yang siap berjuang bersama.

Sebab, sebaik apa pun perencanaan organisasi, target akan sulit tercapai apabila pelakunya masih memiliki integritas yang terbatas.

Paparan capaian program menunjukkan masih adanya program yang belum terlaksana. Tentu terdapat berbagai faktor penyebab, mulai dari keterbatasan waktu hingga kendala teknis.

Namun, di balik semua itu, kita perlu bertanya dengan jujur, apakah jumlah kader yang menggerakkan program sudah memadai? Apakah setiap amal usaha, majelis taklim, dan Rumah Qur’an telah menjadi ruang pembinaan yang melahirkan anggota baru?

Arahan Ketua DPP Bidang Ekonomi, Drs. H. Wahyu Rahman, M.E., memberikan perspektif yang menarik. Pemanfaatan media digital bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan menjadi peluang besar untuk memperluas jangkauan dakwah sekaligus membuka pintu rekrutmen anggota.

Hari ini, banyak orang mengenal sebuah gerakan melalui media sosial sebelum akhirnya datang, belajar, dan bergabung. Karena itu, setiap kader sejatinya adalah duta organisasi yang membawa citra Hidayatullah di ruang digital.

Gagasan pengembangan jaringan melalui Rumah Qur’an Hidayatullah (RQH) juga layak menjadi perhatian bersama. Pola ini menawarkan strategi yang lebih sederhana, lebih cepat, dan lebih mudah diterapkan.

Kehadiran satu Rumah Qur’an dengan satu penggerak lokal dapat menjadi pusat pembinaan masyarakat sekaligus menjadi tempat lahirnya kader-kader baru. Dari sinilah estafet perjuangan akan terus berlanjut.

Yang tidak kalah penting adalah membangun sinergi antarbidang. Pembinaan wali murid di sekolah-sekolah Hidayatullah, misalnya, jangan berhenti pada hubungan antara sekolah dan orang tua.

Mereka adalah keluarga besar Hidayatullah yang perlu dirangkul menjadi anggota, dibina secara berkelanjutan, dan diberi ruang untuk berkontribusi dalam dakwah. Jika setiap departemen menjadikan rekrutmen sebagai bagian dari program kerjanya, maka pertumbuhan anggota akan menjadi gerakan bersama, bukan hanya tugas Departemen Bina Anggota.

Karena itu, target 2026 seharusnya tidak hanya berbicara tentang penyelesaian program, melainkan juga tentang pertumbuhan anggota di setiap daerah, cabang, komisariat, amal usaha, dan Rumah Qur’an.

Jadikan setiap kegiatan sebagai sarana mengenalkan Hidayatullah, setiap kader sebagai perekrut, setiap amal usaha sebagai pusat pembinaan, dan setiap Rumah Qur’an sebagai pintu masuk lahirnya generasi penerus.

Ketika rekrutmen anggota menjadi budaya organisasi, konsolidasi akan semakin kokoh, capaian program akan semakin cepat, dan cita-cita besar Hidayatullah akan lebih mudah diwujudkan. Sebab, organisasi yang besar bukan hanya memiliki banyak program, tetapi juga memiliki banyak kader yang siap menghidupkan dan melanjutkan perjuangan. (bash)

(Disadur dari Sebagian arahan Ketua DPP Bidang Ekonomi, pada monev DPW Hidayatullah Sulbar dengan gubahan seperlunya)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini