Siapakah itu Kader?

0
25

HidayatullahSulbar.Com, Organisasi – Secara umum, kader dimaknai sebagai seseorang yang dipersiapkan, dibina, dididik, dan ditempa untuk menjadi penerus, penggerak, serta pelaksana suatu cita-cita, perjuangan, atau organisasi.

Dengan kata lain, kader bukan sekadar anggota organisasi. Kader adalah seseorang yang memiliki pemahaman, kesadaran, komitmen, dan tanggung jawab terhadap nilai-nilai serta tujuan yang diperjuangkan.

Dari segi bahasa, kata kader berkaitan dengan istilah cadre dalam bahasa Prancis, yang berarti kerangka atau kelompok inti yang menjadi tulang punggung sebuah organisasi.

Dalam konteks organisasi, kader adalah orang yang dipersiapkan untuk melanjutkan kepemimpinan, menjaga nilai-nilai perjuangan, dan menggerakkan roda organisasi.

Sementara dalam dunia pendidikan, kader merupakan seseorang yang menjalani proses pembinaan untuk membentuk karakter, memperluas wawasan, serta mengembangkan keterampilan dan jiwa kepemimpinan.

Adapun dalam konteks perjuangan, kader memiliki makna yang lebih mendalam. Kader adalah seseorang yang memiliki kesadaran terhadap cita-cita perjuangan, loyalitas terhadap nilai-nilai yang diyakini, serta kesediaan berkorban demi tercapainya tujuan bersama.

Kader Bukan Sekadar Anggota

Sebelum memahami makna kader secara khusus dalam organisasi Hidayatullah, ada baiknya kita memahami perbedaan antara kader dan anggota terlebih dahulu.

Seseorang disebut anggota karena bergabung dalam organisasi. Namun, seorang kader tidak berhenti pada keanggotaan. Ia memahami dan menghayati tujuan organisasi.

Jika anggota sebatas mengikuti kegiatan, kader diharapkan mampu menggerakkan kegiatan. Jika anggota memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA), kader memiliki tanggung jawab lebih besar, yakni menjaga keberlangsungan organisasi dan mempersiapkan generasi penerus.

Dengan demikian, kader bukan hanya menjadi bagian dari organisasi, melainkan juga menjadi bagian penting dari keberlanjutan perjuangannya.

Tiga Tanggung Jawab Seorang Kader

Setidaknya ada tiga tanggung jawab yang melekat pada diri seorang kader.

Pertama, menjaga masa lalu dengan memelihara nilai-nilai, sejarah, dan cita-cita perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu.

Kedua, menghidupkan masa kini dengan bekerja nyata, memberikan pengabdian, dan menjalankan amanah perjuangan.

Ketiga, mempersiapkan masa depan dengan membina generasi penerus agar estafet perjuangan tidak terputus.

Pada hakikatnya, kader adalah manusia yang tidak hanya menjadi bagian dari sebuah perjuangan, tetapi juga menjadikan perjuangan tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab hidupnya.

Dalam perspektif Islam, seorang kader yang baik tidak hanya bertanya, “Apa yang bisa saya dapatkan dari perjuangan ini?” tetapi juga bertanya, “Apa yang bisa saya berikan untuk perjuangan ini demi mengharap rida Allah SWT?”

Kader Hidayatullah: Manusia yang Tertarbiyah

Lantas, bagaimana makna kader dalam organisasi Hidayatullah?

Ustaz KH. Dr. Ir. Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, M.Si., Wakil Ketua Pimpinan Majelis Syura Hidayatullah, dalam tausiahnya pada Halaqah Kubro Hidayatullah Sulawesi Barat, awal November lalu, menyebutkan bahwa kader adalah orang yang telah tertarbiyah di Hidayatullah dan menaati kepemimpinan Hidayatullah.

Secara lebih spesifik, kader telah menyelesaikan jenjang Marhalah Ula atau Wustha serta aktif mengikuti halaqah.

Pada Pedoman Organisasi Nomor 15 tahun 2021 tentang Pengelolaan Sumber Daya Insani Hidayatullah, Bab III tentang Calon Anggota, Anggota dan Kader. Telah jelas.

Karena itu, tidak berlebihan jika KH. Abdullah Said, pendiri Hidayatullah, menyebut kader sebagai model manusia mahal. Bersikap di atas rata rata manusia ketika mendengar perintah, tanpa mengajukan syarat apalahi mengajak meninjau kembali perintah tersebut, kader takut membangkang kepada Allah SWT dengan cara tidak mentaati pemimpinnya.

Memilih berani lalu taat, karena baginya menjalankan perintah adalah gerakan tanpa tapi, tanpa nanti.

Pada akhirnya, kader bukan sekadar orang yang berada dalam organisasi. Kader adalah pribadi yang telah dibentuk melalui proses tarbiyah dan pembinaan, memahami arah perjuangan, menaati kepemimpinan, serta siap mengabdikan dirinya demi keberlangsungan dakwah dan perjuangan Islam. (bash)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini