Kenapa Menjenguk Orang Sakit?

0
19

HidayatullahSulbar.Com, Hikmah – Menjenguk orang sakit bukan sekadar datang melihat keadaan seseorang, melainkan bentuk kasih sayang, kepedulian, dan ibadah kepada Allah SWT. Dalam Islam, menjenguk orang sakit memiliki kedudukan yang mulia.

  1. Karena menjenguk orang sakit adalah hak sesama Muslim

Rasulullah ﷺ bersabda:

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ

“Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada lima.”

Salah satunya adalah:

وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ

“Menjenguk orang yang sakit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini mengajarkan bahwa hubungan persaudaraan dalam Islam tidak berhenti ketika seseorang sehat, tetapi tetap dijaga ketika ia sedang sakit dan membutuhkan perhatian.

  1. Karena Allah mencintai orang yang berbuat baik

Dalam hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah ﷺ menceritakan bahwa pada hari kiamat Allah berfirman:

“Wahai anak Adam, Aku sakit, tetapi engkau tidak menjenguk-Ku.”

Hamba itu bertanya, “Wahai Tuhanku, bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan seluruh alam?”

Allah berfirman bahwa seorang hamba-Nya sedang sakit, tetapi orang itu tidak menjenguknya. Seandainya ia menjenguknya, niscaya ia akan mendapati Allah di sisinya.

(HR. Muslim, no. 2569)

Maksudnya bukan Allah mengalami sakit, melainkan Allah memuliakan hamba-Nya yang sakit dan menjadikan kepedulian terhadap mereka sebagai amal yang sangat bernilai di sisi-Nya.

Betapa mulianya menjenguk orang sakit apabila dilakukan dengan ikhlas karena Allah.

  1. Karena orang sakit membutuhkan kekuatan batin

Ketika seseorang sakit, yang dirasakan bukan hanya rasa nyeri pada tubuh. Ia juga mungkin mengalami:

  • Kesedihan karena tidak dapat beraktivitas seperti biasa.
  • Kecemasan terhadap kesembuhannya.
  • Kesepian karena jauh dari keluarga atau sahabat.
  • Ketakutan menghadapi masa depan.

Kehadiran kita dapat memberikan ketenangan dan semangat kepadanya.

Terkadang, kita tidak perlu membawa hadiah mahal atau memberikan nasihat panjang. Cukup duduk di sampingnya, menanyakan kabarnya, mendoakannya, dan menunjukkan bahwa ia tidak sendirian.

Bisa jadi, kehadiran kita menjadi sebab tumbuhnya kembali harapan dalam hatinya.

  1. Karena menjenguk orang sakit mengingatkan kita pada kematian

Saat melihat orang lain terbaring lemah, kita diingatkan bahwa kesehatan bukanlah sesuatu yang kekal.

Hari ini kita menjenguk orang lain. Besok, belum tentu kita tidak membutuhkan kunjungan orang lain.

Kekayaan, jabatan, dan kekuatan fisik tidak menjadikan manusia kebal terhadap penyakit.

Karena itu, menjenguk orang sakit juga menjadi kesempatan untuk:

  • Mensyukuri nikmat kesehatan.
  • Melembutkan hati yang mungkin mulai keras.
  • Mengurangi kesombongan.
  • Memperbaiki hubungan dengan sesama.
  • Mengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara.
  1. Karena menjenguk orang sakit mendatangkan pahala

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ

“Barang siapa menjenguk orang sakit, ia senantiasa berada di kebun surga sampai ia kembali.”

(HR. Muslim, no. 2568)

Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan menjenguk orang sakit.

Namun, hendaknya kita tidak menjenguk hanya karena mengharapkan pahala. Kita menjenguk dengan hati yang tulus, mengharapkan rida Allah, serta menginginkan kebaikan bagi orang yang sedang sakit.

Pahala adalah karunia Allah, sedangkan ketulusan adalah sesuatu yang harus kita jaga.

  1. Bagaimana cara menjenguk orang sakit yang benar?

Ada beberapa adab yang perlu kita perhatikan.

Pertama, luruskan niat.
Niatkan kunjungan sebagai ibadah kepada Allah dan bentuk kasih sayang kepada sesama.

Kedua, hiburlah dengan perkataan yang baik.
Jangan menakut-nakuti orang sakit dengan cerita tentang penyakit yang parah atau kematian.

Ketiga, doakan kesembuhannya.
Rasulullah ﷺ mengajarkan doa:

لَا بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Tidak mengapa, semoga sakit ini menjadi penyuci dosa, jika Allah menghendaki.”

(HR. Bukhari, no. 3616)

Kita juga dapat membaca doa:

أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

As’alullāhal-‘azhīma rabbal-‘arsyil-‘azhīmi an yasyfiyaka.

Artinya: “Aku memohon kepada Allah Yang Mahaagung, Tuhan Arasy yang agung, agar menyembuhkanmu.”

Doa ini dibaca tujuh kali. (HR. Abu Dawud, no. 3106; Tirmidzi, no. 2083)

Keempat, jangan terlalu lama jika membuatnya lelah.
Perhatikan kondisi pasien. Kunjungan yang singkat tetapi menguatkan lebih baik daripada kunjungan panjang yang mengganggu istirahatnya.

Kelima, jangan menyebarkan keadaan pribadinya tanpa izin.
Menjenguk juga berarti menjaga kehormatan dan privasi orang yang sedang sakit. (admin)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini