Ketua Hidayatullah Polman Ceramah di Depan 600 Binaan Yayasan Ratih Al Kafaa

0
28

HidayatullahSulbar.Com, POLEWALI MANDAR — Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Polewali Mandar, Ustadz Ahmad Syahril, S.Pd., didapuk sebagai penceramah dalam Pengajian Akbar Rutin Bulanan Majelis Ta’lim Binaan Yayasan Ratih Al Kafaa se-Sulawesi Barat, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan berlangsung di Ratih Hotel, Polewali Mandar, tersebut dihadiri lebih dari 600 peserta binaan majelis ta’lim Yayasan Ratih Al Kafaa dari berbagai wilayah di Sulawesi Barat.

Koordinator Majelis Ta’lim Yayasan Ratih Al Kafaa, Ibu Ustadzah H. Nurlina, S.Ag. menyebutkan “Program ini merupakan bagian dari komitmen Yayasan Ratih Al Kafaa dalam membina umat melalui berbagai kegiatan keagamaan yang berkesinambungan”.

Ia menambahkan “Program ini telah berjalan konsisten selama lebih dari 15 tahun, dengan berbagai macam pembinaan di majelis ta’lim, mulai dari pembelajaran Al-Qur’an, sholawatan, hingga pengajian rutin,”

Pengajian Akbar ini dilaksanakan secara rutin setiap tanggal 17 setiap bulannya. Kegiatan tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus pembinaan keislaman bagi seluruh majelis ta’lim binaan Yayasan Ratih Al Kafaa yang tersebar di wilayah Sulawesi Barat.

Dalam ceramahnya, Ustadz Ahmad Syahril mengangkat tema tentang tiga sumber kebahagiaan dalam kehidupan seorang Muslim, yaitu berusaha bersyukur, berusaha bersabar, dan senantiasa bertaubat, agar bisa dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

“Berusaha bersyukur, berusaha bersabar, dan senantiasa bertaubat,” menjadi tiga pesan utama yang disampaikan Ahmad Syahril dalam pengajian tersebut.

Menurutnya, kebahagiaan tidak hanya diukur dari banyaknya harta, kedudukan, atau pencapaian duniawi, tetapi juga dari kemampuan seorang hamba untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Rasa syukur mengajarkan seorang Muslim untuk menghargai setiap nikmat yang diberikan Allah. Kesabaran menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Sementara taubat merupakan jalan untuk kembali kepada Allah dan memperbaiki diri.

Ketiga nilai tersebut diharapkan dapat menjadi bekal spiritual bagi jamaah dalam membangun kehidupan yang lebih baik, baik secara pribadi, keluarga, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain menyampaikan materi pengajian, Ahmad Syahril juga mengajak para jamaah untuk bersinergi dalam program dakwah dan pembinaan umat yang dikembangkan Hidayatullah melalui program GranD MBA, khususnya Majelis Qur’an Hidayatullah (MQH).

Ia menyampaikan bahwa dakwah dan pelayanan umat membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak agar program pembinaan dapat terus berkembang dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Ini bagian dari dakwah dan pelayanan umat. Kita hadir di tengah-tengah umat, menjawab panggilan dan kebutuhan sebagai da’i,” ungkapnya.

Ajakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara DPD Hidayatullah Polewali Mandar dengan berbagai elemen masyarakat, khususnya majelis ta’lim, dalam menghadirkan program pembinaan Al-Qur’an dan penguatan nilai-nilai keislaman.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses pembinaan Al-Qur’an, peningkatan pemahaman agama, serta penguatan semangat dakwah di tengah umat.

Kolaborasi antara DPD Hidayatullah Polman, Mushida, dan majelis ta’lim binaan Yayasan Ratih Al Kafaa diharapkan dapat terus diperkuat dalam rangka menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Sulawesi Barat. (Abu Haniyyah)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini