Rakerda Mushida Pasangkayu Perkuat Dakwah dan Kemandirian

0
61
Peserta Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Muslimat Hidayatullah Pasangkayu berfoto bersama usai mengikuti rangkaian kegiatan konsolidasi organisasi dan penyusunan program kerja di Kampus Hidayatullah Baras, Pasangkayu, Ahad (21/6/2026).

HidayatullahSulbar.Com, PASANGKAYU — Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah (Mushida) Pasangkayu menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Kampus Hidayatullah Baras, Kabupaten Pasangkayu, Ahad (21/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh” ini menjadi momentum penyusunan arah gerak organisasi sekaligus penguatan peran dakwah muslimah di tengah masyarakat.

Rakerda dihadiri pengurus dan kader Mushida Pasangkayu serta menghadirkan pemateri dari tingkat wilayah dan daerah untuk memberikan penguatan visi, arah kebijakan, dan program kerja organisasi.

Pentingnya Soliditas Organisasi

Ketua Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Sulawesi Barat, Ustadzah Salbiana, S.Pd., dalam arahannya menekankan bahwa kekompakan dan ukhuwah Islamiyah merupakan fondasi utama dalam menjalankan amanah dakwah.

Menurutnya, berbagai program kerja yang dirancang tidak akan berjalan optimal tanpa adanya soliditas di antara pengurus dan anggota. Ia juga mengingatkan pentingnya peran muslimah dalam mendukung perjuangan dakwah melalui keteguhan, keikhlasan, dan semangat pengabdian.

“Di balik gerakan dakwah yang kuat, selalu ada peran wanita tangguh yang menopangnya,” ujarnya.

Lima Agenda Strategis Mushida

Ketua DPD Hidayatullah Pasangkayu, Ustadz Avid Rusyadi, S.Pd.I., yang membuka secara resmi kegiatan tersebut, menyampaikan lima agenda strategis yang perlu menjadi perhatian Mushida Pasangkayu ke depan.

Pertama, memperkuat dakwah inklusif dengan lebih aktif hadir di tengah masyarakat dan memahami berbagai persoalan umat. Kedua, membangun sinergi yang lebih kokoh antara Mushida dan DPD Hidayatullah sebagai satu kesatuan gerakan dakwah.

Ketiga, memperkuat ketahanan keluarga melalui program pembinaan keluarga, parenting Islami, dan perlindungan generasi muda dari berbagai tantangan zaman. Keempat, mengoptimalkan dakwah digital melalui pemanfaatan media sosial dan platform komunikasi untuk menyebarkan nilai-nilai Islam secara lebih luas.

Adapun agenda kelima adalah peningkatan kapasitas kader melalui pembinaan yang berkelanjutan, baik dalam aspek keilmuan, keorganisasian, wawasan sosial, maupun keterampilan komunikasi publik.

“Muslimat Hidayatullah tidak boleh hanya sibuk dengan urusan internal. Organisasi harus hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi atas berbagai persoalan umat,” tegas Avid.

Penguatan Peran dan Amanah Kader

Pada sesi konsolidasi organisasi, Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Barat, Ustadz Najamuddin, M.Pd., memberikan penguatan mengenai arah kebijakan organisasi serta pentingnya memahami fungsi dan peran kader dalam mewujudkan visi besar Hidayatullah.

Ia menegaskan bahwa amanah organisasi bukan sekadar tugas administratif, melainkan bagian dari komitmen perjuangan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Setiap kader harus memahami arah kebijakan organisasi dan menjalankan perannya secara maksimal agar cita-cita mewujudkan Muslimat Hidayatullah yang mandiri dan berpengaruh dapat tercapai,” ujarnya.

Rumuskan Program Kerja Strategis

Rakerda berlangsung dengan khidmat dan produktif. Selain menjadi forum konsolidasi organisasi, kegiatan ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi dan program kerja strategis yang akan menjadi pedoman bagi Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah Pasangkayu dalam menjalankan agenda dakwah, pembinaan keluarga, kaderisasi, dan pemberdayaan umat pada periode mendatang.

Melalui Rakerda ini, Mushida Pasangkayu diharapkan semakin solid, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan umat. (Avid)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini