Air Terbatas, Semangat Merawat Kebun Sawit Pengurus Hidayatullah Mateng Tak Surut

0
27

HidayatullahSulbar.Com, Pangale — Keterbatasan air di musim kemarau tak menyurutkan semangat pengurus Hidayatullah Mamuju Tengah (Mateng) dalam merawat kebun kelapa sawit. Dengan bergotong royong, mereka tetap melakukan pembersihan gulma, pemotongan rumput liar, dan pemupukan demi menjaga pertumbuhan tanaman.

Kerja bakti tersebut dilaksanakan pada Sabtu (10/10/2026). Sejumlah kegiatan dilakukan untuk menjaga kebersihan area perkebunan sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman agar kelak menghasilkan buah yang optimal.

Salah satu kegiatan utama adalah pengendalian gulma dengan membersihkan rumput liar, ilalang, dan semak di sekitar piringan pohon sawit. Langkah ini dilakukan agar gulma tidak bersaing dengan tanaman dalam menyerap unsur hara dari tanah dan pupuk.

Penyemprotan gulma dilakukan menggunakan dua tangki semprot dan dua botol herbisida. Sementara itu, rumput liar yang sudah meninggi dipotong menggunakan mesin pemotong rumput. Pengurus juga melakukan pemupukan menggunakan pupuk urea.

Keterbatasan air menjadi tantangan tersendiri dalam perawatan kebun kali ini. Untuk memenuhi kebutuhan penyemprotan, air diangkut dari pondok menggunakan enam jeriken. Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 10 tangki semprot digunakan.

Sebanyak empat orang terlibat dalam kerja bakti di lahan seluas 3 hektar tersebut. Volume pekerjaan disesuaikan dengan kondisi cuaca karena teriknya matahari pada musim kemarau dapat membuat tubuh lebih cepat lelah.

Menurut rencana, pengurus akan kembali ke kebun dua pekan mendatang untuk memeriksa hasil penyemprotan gulma dan mengevaluasi kondisi tanaman.

Fadel, Sekretaris DPD Hidayatullah Mamuju Tengah, menjelaskan bahwa perawatan kebun saat ini masih difokuskan pada pembersihan gulma dan pemupukan awal. Pemupukan rutin menggunakan urea dilakukan sesuai kebutuhan dan dosis yang dianjurkan.

Selain perawatan di lahan datar dan bergambut tersebut, pengamatan terhadap hama dan penyakit tanaman juga perlu dilakukan sebagai langkah pencegahan dini terhadap potensi serangan, seperti ulat api dan kumbang.

Adapun pengaturan air dan drainase belum dilakukan. Upaya ini nantinya perlu disesuaikan dengan kondisi lahan, baik melalui pengelolaan parit untuk mencegah genangan maupun penyediaan sistem pengairan apabila diperlukan.

Di tengah keterbatasan air, kerja bakti ini menjadi wujud kepedulian dan kebersamaan pengurus dalam menjaga kebun agar tetap terawat. Perawatan yang dilakukan secara bertahap diharapkan dapat mendukung pertumbuhan tanaman kelapa sawit dan memberikan hasil yang baik pada masa mendatang. (bash)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini