Rakerwil Hidayatullah Sulawesi Barat; Teguhkan Jati Diri dan Transformasi Menuju Organisasi Mandiri dan Berpengaruh
HidayatullahSulbar.Com, Mamuju – Rakerwil Hidayatullah Sulawesi Barat (Sulbar) digelar pada Sabtu dan Ahad (31 Januari dan 1 Februari 2026) di Aula YPCM Hidayatullah Mamuju.
Bertema Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Hidayatullah Mandiri dan Berpengaruh.
Dalam momentum itu peserta diteguhkan spirit berorganisasinya dengan menguatkan program kerja berorientasi pembinaan secara berkala dalam tahun 2026.
Pemaparan program kerja DPW Hidayatullah Sulbar, dibawakan oleh ketua ketua departemen di hadapan peserta rapat pleno yang dihadiri ketua DMW Hidayatullah, pengurus DPW Hidayatullah Sulbar , MMW Hidayatullah Sulbar, oranisasi pendukung tingkat wilayah; Mushida dan Pemuda Hidayatullah, pengurus harian DPD Hidayatullah se Sulawesi Barat dan Sar Hidayatullah Sulbar.
Hadir sebagai pendamping Rakerwil secara daring atau dalam jaringan, ketua Departemen Pembinaan Anggota DPP Hidayatullah, Iwan Abdullah, M.Si.
Dalam sambutannya mengatakan, “Siapapun yang berinteraksi dengan kita harus dilayani, dilindungi dan tercerahkan”.
Karena keberhasilan program menurutnya, adalah program kerja yang berefek produktif, berkelanjutan, sistematis dan massif.
“Para pengurus organisasi tidak boleh berada di ‘Menara Gading’ saja, akan susah dijangkau masyarakat, hadirlah di tengah masyarakat memberikan kontribusi yang dapat dirasakan secara maksimal” terangya.
Terkait itu kader tidak boleh sibuk di kampus, sementara tetangga sekitar tidak ditahu bagaimana kehidupannya.
Penekanan serupa disampaikan Najamuddin, M.Pd., ketua DPW Hidayatullah Sulbar, dengan mengimplementasikan Sinergi dan Kolaborasi harus hadir sebagai lokomitof perbaikan, dinamis dan tampil dengan wasathiyah.
“Tetaplah menjaga silatuhrim di semua masyarakat, kelompok kelompok dakwah, ormas ormas Islam, kita yakin dengan membuka diri ke semua pihak akan semakin nyata”tegasnya.
Hidayatullah Sulbar sendiri yang sudah hadir di seluruh kabupaten, telah banyak berinteraksi dengan pihak eksternal dan dituntut mampu tampil dalam event publik dan tidak harus sebagai pembicara bahkan jika harus sebagai event organiser maka itu sudah cukup.
Yang terpenting, merepresentasikan Hidayatullah di tengah masyarakat bukan hanya mampu menampilkan kinerja mengedepankan sinergi dan kolaborasi juga dilakukan dengan prophetik-profesional. (bash)

