DPW Hidayatullah Sulbar Optimalkan Lahan Wakaf Produktif

HidayatullahSulbar.Com, Mamuju Tengah – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Barat terus memaksimalkan potensi aset wakaf produktif sebagai bagian dari penguatan ekonomi organisasi. Upaya tersebut diwujudkan melalui pengelolaan lahan wakaf seluas 3 hektar yang berlokasi di Desa Polo Lereng, Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah, Prov.Sulawesi Barat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, proses pembersihan lahan mulai dilakukan dengan menggunakan alat berat. Lahan yang sebelumnya ditumbuhi semak dan pepohonan kini dibuka secara bertahap untuk selanjutnya disiapkan sebagai area perkebunan kelapa sawit yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Barat, Najamuddin, M.Pd., menjelaskan bahwa pengelolaan lahan wakaf ini merupakan langkah strategis organisasi dalam membangun kemandirian ekonomi dakwah. Ia menargetkan dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, lahan tersebut sudah dapat memasuki masa panen.

“Kami berharap tiga tahun ke depan lahan wakaf ini sudah bisa panen dan hasilnya dimanfaatkan untuk menopang operasional dakwah, pendidikan, dan program sosial Hidayatullah. Ini adalah bagian dari ikhtiar memberdayakan ekonomi organisasi agar lebih mandiri dan berkelanjutan,” ujar Najamuddin.

Ia menambahkan, optimalisasi aset wakaf produktif menjadi fondasi penting agar gerakan dakwah tidak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga kokoh secara ekonomi.

Sementara itu, Sodikin, S.E., selaku penanggung jawab lapangan sekaligus anggota Tim Ekonomi Hidayatullah Sulbar, menyampaikan bahwa proses pembersihan lahan mulai dikawal langsung pada Senin (19/1/2026). Tahapan ini menjadi langkah awal sebelum memasuki proses penanaman kelapa sawit.

“Hari ini kami mulai fokus pada pembersihan dan penataan lahan agar siap tanam. Semua proses kami kawal agar berjalan sesuai perencanaan dan target, sehingga ke depan lahan ini benar-benar produktif dan memberi manfaat nyata bagi organisasi,” jelas Sodikin.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan lahan dilakukan dengan perencanaan teknis yang matang agar hasil yang diperoleh optimal dan berjangka panjang.

Dari sisi program, Ketua Departemen Ekonomi DPW Hidayatullah Sulbar, Rahmat Wijaya, S.Pd.I., menilai pengembangan lahan wakaf produktif ini sebagai terobosan penting dalam meningkatkan kekuatan ekonomi organisasi.

“Program ini kami dorong sebagai sumber ekonomi jangka panjang. Dengan pengelolaan yang amanah dan profesional, hasilnya diharapkan mampu memperkuat pembiayaan dakwah dan pendidikan secara mandiri,” ungkap Rahmat.

Ia juga menekankan bahwa pengelolaan lahan wakaf ini dilakukan melalui kerja sama antara DPW Hidayatullah Sulawesi Barat, DPD Hidayatullah Mamuju Tengah, serta Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah sebagai penyedia modal, dengan sistem bagi hasil yang disepakati bersama.

Melalui kolaborasi ini, DPW Hidayatullah Sulawesi Barat menegaskan komitmennya dalam memaksimalkan potensi lahan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi organisasi, demi mewujudkan dakwah yang mandiri, berdaya, dan berkelanjutan. (massiara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *