Syawalan Hidayatullah Sulbar: Refleksi Ramadhan untuk Perkuat Jatidiri dan Transformasi Organisasi
HidayatullahSulbar.Com, Mamuju – Puluhan kader Hidayatullah se-Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar Temu Kader Silaturahmi Syawal 1447 Hijriyah. Acara ini menjadi momentum merefleksikan ibadah Ramadhan sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi menuju perubahan yang lebih baik.
Kegiatan yang berlangsung di ruang utama Masjid Al Walidain Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju, Sabtu hingga Ahad (4-5/4/2026) ini dihadiri oleh seluruh jajaran struktural wilayah dan daerah, mulai dari Dewan Murabbi Wilayah (DMW), Dewan Pengurus Wilayah (DPW), hingga Dewan Pengurus Daerah (DPD) se-Sulbar. Turut hadir pula perwakilan organisasi pendukung, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Mushida, Pemuda Hidayatullah, serta pengelola amal usaha dan yayasan.
Acara ini dibuka langsung dan diisi oleh Ketua Dewan Murabbi Pusat (DMP) Hidayatullah, KH. Dr. Tasrif Amin, M.Pd.
Dalam tausiahnya, KH. Dr. Tasrif Amin menekankan pentingnya menjaga ikatan hati di antara sesama kader. Menurutnya, kekuatan ukhuwah tidak terikat oleh ruang dan waktu, sebagaimana kecintaan umat kepada Rasulullah SAW meski telah berlalu lama, atau spirit yang masih terasa dari para pendahulu seperti Al-Murabbi Ustadz Abdullah Sa’id meski telah wafat 28 tahun lalu.
“Bagi orang beriman, meski berjauhan fisiknya, namun ruhnya dekat. Jangan ada administrasi, tupoksi, atau aturan formal yang bisa merusak hubungan hati,” tegasnya.
Ia menambahkan, perbedaan pendapat atau ikhtilaf dalam organisasi adalah hal yang wajar. Namun, hal itu tidak boleh merenggangkan persaudaraan, sebagaimana dicontohkan oleh para Sahabat Nabi yang meski berbeda pandangan, namun hati mereka tetap erat bersatu.
Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Sulbar, Najamuddin, M.Pd., menjelaskan bahwa refleksi Ramadhan dimaknai sebagai upaya membawa nilai-nilai ibadah ke dalam kehidupan sehari-hari.
“Refleksi ini merepresentasikan sukses ibadah selama Ramadhan sebagai sarana latihan jujur dan amanah, lalu memproyeksikannya ke dalam kehidupan sehari-hari di luar Ramadhan. Kejujuran harus menjadi patokan utama, serta menjunjung tinggi sinergi agar tercipta karya besar,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua DMW Hidayatullah Sulbar, Drs. Muhammad Naim Tahir, yang meminta seluruh kader untuk tetap memegang teguh spirit Ramadhan dalam setiap gerak langkah dakwah.
Makna Syawal: Bangkit dan Berkarya
Acara tahunan ini mengusung tema “Refleksi Ramadhan dalam Menguatkan Konsolidasi Jatidiri dan Akselerasi Transformasi Organisasi”. Secara bahasa, Syawal diartikan sebagai “Bangkit”. Makna ini dijadikan pijakan untuk memotivasi kader agar segera bergerak melakukan karya besar setelah bulan suci.
Sebagai bukti kekuatan spiritual, dalam kesempatan ini juga dikutip pesan dari seorang Imam asal Gaza yang kini berdomisili di Depok. “Tahukah kalian apa yang membuat Gaza tahan dari gempuran? Karena setiap rumah di sana ada penghafal Al-Quran,” tuturnya. Hal ini menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk menjadikan Al-Quran hidup di tengah keluarga masing-masing.
Selain agenda formal, di hari keduanya dilaksanakan game game stimulasi di ruangan terbuka, selain juga diisi dengan momen saling memaafkan khas Idul Fitri, mempererat tali silaturahmi, serta meneguhkan kembali komitmen dakwah bagi seluruh keluarga besar Hidayatullah Sulbar.(bash)

