Sinergi Hidayatullah–Kemenag Sulbar Perkuat Islam Wasathiyah

HidayatullahSulbar.Com, Mamuju — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Barat melakukan silaturrahim resmi ke Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Barat, Rabu, (7/01/2026).

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua DPW Hidayatullah Sulbar, Najamuddin, M.Pd. didampingi Sekretaris DPW Drs. Massiara, serta Ketua BMH Perwakilan Sulawesi Barat Rahmat Wijaya, S.Pd.I.

Silaturrahim tersebut diterima langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Barat, Dr. H. Adnan Nota, M.A., di ruang kerjanya yang beralamat di Jl. Abdul Malik Pattana Endeng No. 46, Simboro, Kabupaten Mamuju. Pertemuan berlangsung hangat, penuh keakraban, dan sarat dengan diskusi strategis keummatan.

Hidayatullah Sulbar dan Kemenag perkuat sinergi keummatan

Tema utama silaturrahim adalah sinergi dan kolaborasi antara Hidayatullah Sulawesi Barat dengan Kementerian Agama. Dalam kapasitasnya sebagai Kepala Kanwil Kemenag Sulbar sekaligus Ketua Tanfidziyah PWNU Sulawesi Barat periode 2025–2030, Adnan Nota menegaskan pentingnya peran ormas Islam sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga harmoni kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.

Ketua DPW Hidayatullah Sulbar, Najamuddin, menyampaikan bahwa Hidayatullah sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Islam nasional, sangat membutuhkan arahan, nasihat, dan sinergi berkelanjutan dengan Kementerian Agama. Ia menegaskan bahwa seluruh program Hidayatullah Sulawesi Barat ke depan akan senantiasa berada dalam koridor keagamaan, kebangsaan, dan keummatan, serta sejalan dengan visi besar moderasi beragama.

Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Barat, Najamuddin, M.Pd. berbincang akrab dengan Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Barat Dr. H. Adnan Nota, M.A. di ruangan pribadinya.

Dalam dialog tersebut, Najamuddin juga menegaskan jati diri Hidayatullah sebagai jama’atun minal muslimin yang mengedepankan nilai wasathiyah (moderat), seimbang antara akidah, ibadah, akhlak, dan kontribusi sosial. Prinsip ini, menurutnya, menjadi fondasi dalam dakwah, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan umat yang selama ini dijalankan Hidayatullah.

Adnan menyambut baik dan mengapresiasi sikap tersebut. Ia mengungkapkan rasa senangnya terhadap Hidayatullah yang secara terbuka menampilkan identitas wasathiyah dalam gerakan dan programnya. Menurutnya, wajah Islam moderat sangat dibutuhkan di tengah dinamika sosial dan keberagaman Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Adnan juga berbagi pengalaman pribadinya tentang praktik moderasi beragama. Ia bercerita mengenai kedekatannya dengan para pendeta, khususnya ketika menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag di Mamasa. Bahkan, ia pernah terlibat dalam pembangunan pesantren di Kota Mamasa dengan melibatkan para pendeta sebagai bagian dari pendekatan dialog dan kebersamaan lintas iman.

Diskusi kemudian mengalir pada isu ekoteologi dan moderasi beragama. Adnan menekankan bahwa moderasi beragama atau wasathiyah sangat penting, namun perlu dipahami secara proporsional. “Moderasi itu perlu, tetapi jangan sampai kebablasan. Itu yang tidak kita harapkan,” ujarnya.

Sebagai bentuk nyata komitmen moderasi beragama, Kanwil Kemenag Sulawesi Barat saat ini memfasilitasi pembangunan lima rumah ibadah lintas agama, yang pengelolaannya diserahkan kepada masing-masing penanggung jawab. Ke depan, kawasan tersebut direncanakan menjadi wisata religi, “bukan wisata rohani,” ujarnya sembari berkelakar, yang disambut tawa hangat para hadirin.

Silaturrahim ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi strategis antara Hidayatullah Sulawesi Barat dan Kementerian Agama dalam membangun kehidupan beragama yang moderat, harmonis, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. (massiara)

Foto Bersama Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Barat dengan DPW Hidayatullah dan BMH Sulbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *