Safari Dakwah DPW Hidayatullah Sulbar Sasar Masjid Perkotaan Hingga Binaan Terluar

HidayatullahSulbar.Com, Mamuju – Safari dakwah DPW Hidayatullah Sulbar sasar Masjid di wilayah perkotaan hingga ke daerah binaan terluar.

Dilaksanakan sejak hari ke dua puasa, menyasar kabupaten Pasangkayu hingga malam ke sembilan, berakhir di wilayah kabupaten Mamasa.

Secara berurut, malam ke tiga tim terdiri 4 dai pengurus wilayah yang terjadwal di kabupaten Pasangkayu. Tim bertolak ke wilayah kabupaten Mamuju Tengah.

Agenda utama tim safari dakwah adalah memberikan tausiah singkat sebelum sholat tarawih.

Kecuali jika pengurus daerah Hidayatullah memiliki agenda silaturahmi ke tokoh masyarakat atau pemerintah setempat.

Seperti yang diinisiasi ketua DPD Hidayatullah Mamuju Tengah, Fahri Husaini, S.Pd. saat mendampingi ketua DPW Hidayatullah Sulbar, Najamuddin, M. Pd.memberikan ceramah tareih di masjid Al Arsal, menyempatkan silaturahmi dengan Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Arsal Aras, S.E., M.Si.

Membincangkan perkembangan dakwah Hidayatullah khususnya di Mamuju Tengah dan program keumatan yang dapat di sinergikan bersama.

Sementara itu dai lain terjadwal ke Saluadak dan Sejati, desa dengan rute perjalanan yang tidak biasa.

Usai sasar kota Mamuju dan sekitarnya, selanjutnya kabupaten Majene dan Polman tak luput dari ekspansi dakwah yang dikoordinir oleh Ahmad Syahril, S. Pd ketua DPD Hidayatullah Polman.

Tim yang dipimpim langsung ketua DPW berkesempatan sambangi anggota DPD RI Andi Ian di kediamannya di bilangan Polewali, dalam perjumpaan tersebut agendakan program sinergi, FGD dan beberapa rencana kegiatan berbasis masyarakat beberapa waktu mendatangkan.

Selanjutnya, pada malam ke sembilan puasa, kembali lakukan ekspansi dakwah ke kabupaten Mamasa.

Najamuddin sendiri terjadwal memberikan tausiah jelang tarawih di masjid Agung Nurul Yaqin Mamasa, sementara dai lainnya terbagi ke beberapa masjid, di antaranya masjid Jami Mambi, Aralle dan masjid Nurul Hidayah desa Panetean.

“Kita maksimalkan dakwah ke luar selama sepuluh hari pertama, duapuluh hari selanjutnya akan digunakan untuk perkuat ibadah dalam pondok termasuk nantinya kegiatan itikaf” Kata Taufik Malik, S. Sos. I, ketua departemen Dakwah, DPW Hidayatullah Sulbar. (bash)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *