Rakerda Hidayatullah Pasangkayu Kokohkan Penguatan Kemandirian Organisasi

HidayatullahSulbar.Com, Dapurang – Rapat kerja daerah (Rakerda) DPD Hidayatullah Pasangkayu kokohkan kemandirian ekonomi organisasi khususnya pada investasi kebun kelapa sawit.

Langkah itu dianggap efektif dalam memaksimalkan asset wakaf dari simpatisan tersebut, terdapat beberapa titik lokasi yang akan disinergikan dengan vendor sebagai langkah kemitraan.

Animo masyarakat terhadap kemandirian terlihat ditandai pada sehari sebelum rakerda, pengurus daerah Hidayatullah Pasangkayu bersama pengurus wilayah menyambangi keluarga bapak Kasman di dusun Lelumpang desa Polewali kecamatan Bambalamotu, Pasangkayu.

Merencakan sebidang tanah miliknya untuk dibanguni pondok di dusun Lelumpang, saat ini di lokasi terdapat tanaman kelapa sawit yang bisa berfungsi untuk operasional rintisan pondok.

Namun demikian, eksekusi akan dilakukan pengurus daerah Hidayatullah Pasangkayu setelah menyelesaikan kesepakatan antara kedua belah pihak.

Kemandirian yang ditargetkan termasuk maksimalisasi unit usaha pendidikan yang terbagi di beberapa cabang, mulai dari TK hingga SMA Hidayatullah. Tercatat ada 6 DPC yang sudah berjalan dengan rencana 1 target ekspansi organisasi di tingkat kecamatan.

Sebelumnya, pembukaan rakerda yang dirangkaikan dengan Tarhib Ramadhan berlangsung di masjid Umar bin Khattab, kampus Hidayatullah Bulubonggu.

Dihadiri oleh kepala desa Bulubonggu, Arwin Rusdi, S.Si. dan sekretaris camat Dapurang, Budi Sarwono, S. Sy.

Rakerda DPD Hidayatullah Pasangkayu tahun 2026 ini mengambil tema Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Hidayatullah Mandiri dan Berpengaruh

Tarhib Ramadhan di tempat yang sama, dihadiri seluruh pengurus DPD Hidayatullah Pasangkayu, pengurus DPC se kabupaten Pasangkayu, pengurus PD Muslimat Hidayatullah (Mushida) dan seluruh warga dan santri Hidayatullah Bulubonggu.

Ketua DPW Hidayatullah, Najamuddin, M.Pd. menekankan dalam sambutannya, “Upayakan kita dapat meraih tiga sukses; sukses tarbiyah, sukses ibadah dan sukses layanan umat”.

Dipesankan, bahwa dalam hidup berjamaah ada etika bekerja, mengenyampingkan kinerja infiradhi atau perorangan lalu memprioritaskan urusan umum.

Harapnya kepada peserta rakerda, program yang diangkat haruslah berdasar dari kearifan lokal sembari tidak mengabaikan turunan program dari pusat.

Merespon hal tersebut, sekretaris camat Dapurang, Budi Sarwono, S. Sy. menyebut Hidayatullah tidak hanya sekedar melaksanakan program pendidikan, ada program sosial yang dapat dirasakan di tengah masyarakat.

Lebih jauh, Budi Sarwono menegaskan “Sering seringlah silaturahmi ke kantor dengan begitu akan ada program yang dapat disinergikan”.

“Hidayatullah merupakan kontrol sosial, sudah banyak menjalankan tugas tugas pemerintah kepada masyarakat”. Tutupnya.

Program kerja Hidayatullah Pasangkayu sendiri dapat dirasakan oleh masyarakat, hal itu disampaikan oleh kepala desa Bulubonggu, Arwin Rusdi, S.Si.

Ia menyebut, “2700 lebih warga saya akan terbangunkan spiritnya, makanya kami sangat mengharap sinergi dengan pemerintah desa termasuk (penyelenggaraan jenazah) fardhu kifayah”.

Perumusan program kerja merujuk dari program kerja DPP dan DPW dengan mengindahkan potensi daerah masing masing dan menyelaraskan dengan Anggaran Pendapatan Belanjna Organisasi (APBO) 2026.

Harap ketua DPW Hidayatullah Sulbar, usai menetapkan program kerja harus ditindak lanjuti dengan 4M; munajah, musyawarah, mujahadah dan muhasabah. (bash)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *