Pesantren Hidayatullah Mamuju Kembali Jadi Tuan Rumah ISEF ke -12
HIDAYATULLAHSULBAR.COM, Mamuju – Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju kembali menjadi tuan rumah kegiatan Silaturahmi Pesantren dalam rangka Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-12.
Diselenggarakan oleh Bank Perwakilan Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan ini diikuti oleh 37 pondok pesantren dari berbagai kabupaten di Sulawesi Barati antaranya Mamuju, Polewali Mandar, Majene, Mamasa, dan Pasangkayu.
Silaturahmi ini merupakan bagian dari rangkaian program nasional ISEF yang bertujuan memperkuat sinergi ekonomi dan keuangan syariah di tingkat pesantren dan masyarakat.
Acara berlangsung di Masjid Alwalidain Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju, Jl. Abdul Syakur No. 02 Mamuju, dimulai selepas Magrib hingga malam hari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, laporan panitia, dan sambutan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Barat, Eka Putra Budi Nuroho.
Kegiatan juga diisi dengan penayangan video tentang pesantren serta diskusi bertema “Sinergi Pesantren untuk Kemandirian Ekonomi: Usaha, Akses Pembiayaan, dan Pasar Digital.”
Dalam sambutannya, Bapak Eka Putra Budi Nuroho menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran pesantren dalam ekosistem ekonomi syariah.
“Kami berharap, silaturahmi ini menjadi ruang kolaborasi dan inspirasi bagi pesantren untuk berperan aktif dalam memperkuat ekonomi syariah di Sulawesi Barat,” ujarnya.
Sementara itu, Najamuddin, M.Pd., selaku Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju sekaligus tuan rumah, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Bank Indonesia.
“Kehadiran para kiai dan pimpinan pesantren membawa keberkahan tersendiri bagi kami. Semoga kegiatan ini menjadi awal sinergi yang lebih kuat antarpondok dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis nilai-nilai Islam,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, foto bersama seluruh pimpinan pesantren dan jajaran BI Sulbar, serta refleksi bersama mengenai pentingnya peran pesantren dalam mencetak generasi santri yang mandiri, produktif, dan berdaya saing di era digital.
Sebagai penutup, acara dilanjutkan dengan sesi daring (zoom meeting) bersama Gubernur Bank Indonesia dari Jakarta, yang memberikan arahan dan dukungan terhadap sinergi ekonomi syariah berbasis pesantren di seluruh Indonesia. (najam)

