Ketua DMW Hidayatullah Sulbar; Sholat Berjamaah adalah Ciri Orang Hidayatullah
HidayatullahSulbar.Com, Nasihat – Poin penting yang harus disampaikan dalam momen Rakerwil adalah jati diri, mengingat semua kita sudah memiliki halaqah masing-masing.
Keterkaitan dengan kualifikasi struktur dan kualitas, maka pengurus harus alumni marhalah wustha. Dengan begitu pemahaman keislaman dan wawasan kelembagaan tidak diragukan lagi.
Bagi alumni marhalah wustha, akan berprinsip dan tidak tergoyahkan dengan cobaan yang bersifat duniawi.
Jika sudah berprinsip washatiyah, misalnya, tidak akan berpikir dan bertindak ekstrim terhadap sesuatu.
Mengapa materi jati diri dibawa ke dalam (kurikulum) halaqah? Karena untuk menjaga agar materi tidak mengambang dan keluar dari konsep imamah jamaah.
Sampai pada tingkat penggunaan istilah halaqah pun juga harus berstandard, sesuai yang dikeluarkan majelis syura.
Sistematika halaqah, berinfaq, tilawah, lafdziyah dengan pemantapan arti dan status kata dalam struktur bahasa Arab harus dikembangkan. Menyusul materi tafsir, munasabah ayat dengan kandungan sistematika wahyu dan kemudian materi puncak yakni jati diri dan terakhir muhasabah.
Uraian gerakan nawafil kita, GNH yang selalu harus dikuatkan. Orang orang Hidayatullah, tantangannya adalah haruskah berjamaah di masjid pondok? Karena sholat berjamaah adalah ciri orang Hidayatullah.
Kalau toh harus sholat di masjid lain maka harus punya ciri, identik dengan yang baik baik bukan khas dengan masbuknya.
Begitu juga dengan interaksinya, jangan tinggalkan masjid sebelum kenal dengan jama’ah agar terpaut hubungan silaturahmi.
Selanjutnya, tadarrus al Quran, semua ayat al Quran adalah hudan atau petunjuk. Yang mampu memberikan spirit karena terkolerasikan dengan perjuangan.
Yang tidak boleh hilang dalam kehidupan kader adalah sholat sunnah, qiamullail atau tahajjud, karena akan menjadi ciri khas.
Karena di luar sana terlalu banyak ujian dan cobaan yang kita tidak sanggup menyelesaikan bukti lemahnya iman ini, lalu bagaimana dengan orang yang merasa tenang di saat amaliyahnya minim.
Dakwah fardhiyah, silaturahmi akan memenangkan umur dan memudahkan rejeki. Ini adalah keyakinan dan harus diamalkan. Sampaikan kalimat kalimat tauhid, karena tidak ada yang mampu merubah perilaku seseorang kalau bukan dari ayat-ayat al Quran.
Rutinlah berhalaqah untuk membangun wawasan dan mengaktifkan Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH) untuk membangun spirit. (bash)

