Bank Indonesia Edukasi Santri Hidayatullah Mamuju Literasi Keuangan Digital

HidayatullahSulbar.Com, MAMUJU — Bank Indonesia menyelenggarakan sosialisasi kebanksentralan, Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, serta keuangan digital di Masjid Al-Walidain Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Jumat (20/02/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 100 santri putra dan putri ini menjadi titik pertama dari rangkaian sosialisasi Bank Indonesia di enam lokasi selama bulan Ramadan.

Kegiatan dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Ust. Mustafa, S.Pd.I. Dalam sambutannya, perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat, Aswin Wahyu Ramadhan, menekankan pentingnya penguatan literasi keuangan bagi generasi muda. Ia menyampaikan bahwa edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman santri mengenai peran bank sentral, penggunaan sistem pembayaran digital yang aman, serta kecintaan terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Barat, Aswin Wahyu Ramadhan, menyampaikan sambutan pada sosialisasi di Masjid Al-Walidain Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju, Jumat (20/02/2026).

Apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan juga disampaikan oleh perwakilan pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju, Drs. Massiara selaku Ketua Badan Pengawas. Ia menilai sosialisasi tersebut memberikan wawasan praktis kepada santri dalam memahami perkembangan ekonomi dan keuangan modern, sekaligus menanamkan sikap bijak dalam bertransaksi.

Setelah rangkaian pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama. Pada sesi utama sosialisasi, Nurhadi Akbar memaparkan materi kebanksentralan dengan menekankan peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai Rupiah melalui kebijakan moneter, pengelolaan sistem pembayaran, serta penguatan stabilitas sistem keuangan.

Materi mengenai QRIS dan pelindungan konsumen disampaikan oleh Alamsyah Hamid. Ia menjelaskan bahwa QRIS memberikan kemudahan transaksi digital yang cepat, aman, dan terstandar, sekaligus mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan data serta memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen.

Sementara itu, Kardawi menyampaikan materi Cinta Bangga Paham Rupiah dengan menegaskan bahwa kecintaan terhadap Rupiah diwujudkan melalui penggunaan yang bijak, kebanggaan sebagai identitas bangsa, serta pemahaman terhadap ciri keaslian uang.

Di sela-sela penyampaian materi, panitia membuka sesi tanya jawab. Dua santri yang aktif bertanya, masing-masing satu santri putra dan satu santri putri, memperoleh souvenir dari Bank Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama yang menjadi momentum mempererat silaturahmi antara narasumber, panitia, dan peserta. Melalui program ini, Bank Indonesia berharap literasi keuangan generasi muda semakin meningkat serta mendorong pemanfaatan sistem pembayaran digital secara aman dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *