Sambut Ramadhan, Laznas BMH Sulbar Tebarkan Al-Qur’an di Desa Panetean

HidayatullahSulbar.Com, Mamasa- Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) Perwakilan Hidayatullah Sulawesi Barat menyalurkan mushaf Al-Qur’an kepada masyarakat Desa Panetean, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa pada Senin (16/2/2026).

Program ini menjadi bagian dari gerakan menebar Al-Qur’an ke wilayah pelosok negeri sekaligus memperkuat pembinaan umat menjelang bulan suci.

Kegiatan penyaluran Al-Qur’an tersebut dihadiri oleh Ketua BMH Sulbar, Ustadz Rahmat Wijaya, S.Pd.I., Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Barat, ketua DPD Hidayatullah Mamasa, Faqih serta Kepala Desa Panetean, Fikal, S.Sos, bersama masyarakat setempat, khususnya anggota majelis taklim yang selama ini aktif mengikuti program pembinaan Al-Qur’an.

Ketua BMH Sulbar, Rahmat Wijaya saat menyerahkan al Qur’an dala program Berbagi Sejuta Qur’an  melalui Fikal Budiman, S.Sos. Kepala Desa Panetean saat menyerahkan Al Qur’an kepada ketua majelis taklim Al Hidayah.

Ketua BMH Sulbar, Ustadz Rahmat Wijaya, menyampaikan bahwa program ini merupakan amanah dari para donatur yang menitipkan mushaf Al-Qur’an untuk disalurkan ke daerah-daerah yang membutuhkan, terutama di wilayah 3T dan pelosok negeri.

“Al-Qur’an ini adalah titipan dari para donatur untuk masyarakat di daerah pelosok. Harapan kami, dengan adanya program ini, masyarakat semakin semangat membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an, terlebih menjelang Ramadhan yang dikenal sebagai bulan Al-Qur’an,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya distribusi mushaf semata, tetapi bagian dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan oleh Hidayatullah untuk umat.

Melalui pendampingan rutin, diharapkan interaksi masyarakat dengan Al-Qur’an semakin kuat dan konsisten.

Sementara itu, Kepala Desa Panetean, Fikal, S.Sos, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan dari BMH kepada warganya.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan Al-Qur’an ini. Dengan program ibu-ibu mengaji yang berjalan selama ini, kami berharap keberkahan senantiasa turun untuk desa kami,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap semangat para ibu-ibu yang aktif belajar Al-Qur’an. Menurutnya, antusiasme tersebut bahkan terdengar hingga warga desa yang berada di luar daerah.

“Masyarakat kami yang ada di luar daerah sangat antusias mendengar ibu-ibu di desa ini semangat belajar Al-Qur’an. Awalnya kami sempat berpikir mungkin hanya semangat di awal saja, tetapi alhamdulillah program ini sudah berjalan hampir dua tahun dan ibu-ibu tetap istiqamah,” tambahnya.

Sebagai bagian dari penguatan dakwah di wilayah tersebut, BMH juga menugaskan da’i tangguh untuk membina masyarakat secara langsung.

Program tersebut mencakup pendirian Rumah Qur’an Hidayatullah (RQH) dan Majelis Qur’an Hidayatullah (MQH) sebagai pusat pembelajaran dan pembinaan keislaman bagi masyarakat secara umum. (Admin/Najam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *