1500 Dai Tangguh Diterjunkan ke Daerah 3T, Hidayatullah Jawab Tantangan Dakwah Ramadhan 1447 H

HidayatullahSulbar.com, Mamuju – Sebanyak 1.500 dai tangguh resmi dibekali dan ditugaskan untuk menyapa umat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) serta kawasan perbatasan negeri dalam program Sebar Dai Ramadhan Nasional 1447 H/2026 M yang digelar oleh Hidayatullah.

Pembekalan dan penugasan dai dilaksanakan secara hybrid, memadukan pertemuan langsung (onsite) dan daring. Ribuan dai dari 38 provinsi mengikuti agenda ini, dengan lebih dari 500 titik pemantauan yang tersebar di berbagai daerah, baik secara mandiri maupun melalui kegiatan nonton bareng (nobar), mengingat sebagian wilayah binaan belum terjangkau jaringan internet.

Kegiatan terpusat di Gedung Dakwah DPP Hidayatullah, Jakarta, dihadiri Ketua Umum DPP Hidayatullah KH. Naspi Arsyad, Lc., Ketua LAZNAS BMH Supendi, MM., serta jajaran pengurus DPW, DPD, dan DPC Hidayatullah se-Indonesia.

Menariknya, dalam agenda ini juga dihadirkan tujuh imam dan dai asal Palestina yang akan turut menyapa jamaah masjid di sejumlah wilayah di Indonesia, menambah semangat ukhuwah dan solidaritas umat Islam lintas bangsa.

Kolaborasi Hidayatullah dengan pemerintah ditandai kehadiran Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Hidayatullah telah memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan umat, mulai dari kawasan urban hingga pelosok negeri.

Sementara itu, Agung Trana Jaya menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kemenag, khususnya Ditjen Bimas Islam, untuk memaksimalkan pembinaan umat melalui Gerakan Dakwah Belajar dan Mengajar Al-Qur’an (Grand MBA).

“Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Ini momentum strategis untuk memahamkan umat tentang Al-Qur’an, terlebih saat ini Hidayatullah telah memiliki sekitar 1.600 Rumah Qur’an yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Di Sulawesi Barat sendiri, Hidayatullah telah hadir di seluruh kabupaten, membina masyarakat dari wilayah perkotaan hingga desa terpencil, salah satunya Desa Sejati, kawasan eks transmigrasi dari Timor Leste.

Dalam arahannya, Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH. Naspi Arsyad menegaskan bahwa kiprah dai Hidayatullah selama ini telah nyata dirasakan di wilayah 3T.

“Jumlah 1.500 itu sebenarnya masih sedikit. Karena itu, tampillah secara totalitas. Umat menunggu, umat butuh pencerahan. Rangkul mereka,” pesan Kyai Ketum kepada para dai.

Sebagaimana tradisi setiap Ramadhan, sebaran dai ini bertujuan memperkuat pemahaman Islam di tengah meningkatnya antusiasme masyarakat. Ramadhan menjadi golden time dakwah, saat masjid penuh, majelis taklim ramai, dan minat terhadap kajian melonjak tajam.

Dai diharapkan hadir sebagai murabbi, membimbing umat memahami puasa secara benar, memperbaiki akhlak, serta menguatkan ibadah seperti shalat, zakat, dan sedekah. Lebih dari itu, dai juga menjadi benteng dari penyimpangan pemahaman agama di tengah maraknya konten keislaman instan di era digital.

Tanpa kehadiran dai di lapangan, Ramadhan berisiko turun maknanya menjadi sekadar rutinitas biologis. Dengan sebaran dai ini, Ramadhan diharapkan kembali menjadi madrasah peradaban yang melahirkan umat yang tercerahkan, tenang, dan berakhlak. (bash)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *