Tarhib Ramadhan Hidayatullah Polman, Jamaah Siapkan Amalan Utama
HidayatullahSulbar.Com, Polman — DPD Hidayatullah Polewali Mandar menggelar kegiatan Tarhib Ramadhan sebagai bagian dari program Pelayanan Umat, Sabtu, 26 Sya’ban 1447 H (14/02/2026), di Masjid Nuruttaubah, Polewali Mandar. Kegiatan ini dihadiri 45 jama’ah majelis ta’lim binaan dan jama’ah MQH Nuruttaubah, serta Pengurus Muslimah Hidayatullah Polman sebagai mitra sinergi program pembinaan umat.
Agenda Tarhib Ramadhan tersebut menghadirkan Ketua Dewan Murabbi Pusat (DMP) Hidayatullah Dr KH Tasyrif Amin sebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya kesiapan spiritual dalam menyambut bulan suci yang disebutnya sebagai “tamu agung” bagi kaum muslimin.
“Ramadhan datang dengan penuh keberkahan. Penyambutannya dimaknai secara sempurna dengan ungkapan ‘Marhaban Ramadhan’. Sekadar berbahagia menyambut Ramadhan sudah mendatangkan keberkahan, terlebih jika setiap momennya dimanfaatkan secara maksimal,” ujar KH Tasyrif Amin di hadapan jama’ah.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan menjalani Ramadhan sangat ditentukan oleh kesiapan amaliah sejak sebelum bulan suci tiba. Karena itu, ia memaparkan lima amalan utama yang perlu dipersiapkan dan ditingkatkan kualitasnya selama Ramadhan.
Puasa sebagai Perisai Keimanan
KH Tasyrif Amin menegaskan bahwa puasa tidak hanya bermakna menahan lapar dan haus, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung spiritual. Ia merujuk konsep (ash-shiyaamu junnah), bahwa puasa merupakan benteng dari perbuatan maksiat, hawa nafsu, serta keburukan yang dapat merusak kualitas ibadah seorang muslim.
Qiyamul Lail dan Optimalisasi Ibadah Malam
Menurutnya, Ramadhan adalah momentum meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah sholat. Ia mengajak jama’ah membiasakan bangun pada sepertiga malam untuk melaksanakan Tahajjud. “Di waktu tersebut terdapat kesempatan mustajab yang menghadirkan tambahan keberkahan atau Ziyadatul Khair,” tuturnya.
Qiraotul Qur’an sebagai Penyempurna Puasa
Ia juga menekankan pentingnya membaca dan mentadabburi Al-Qur’an selama Ramadhan. Aktivitas tersebut, katanya, menjadi perhiasan bagi orang yang berpuasa sekaligus sumber kekuatan ruhani. Hal ini sejalan dengan kandungan QS Asy Syura ayat 52 tentang petunjuk wahyu sebagai cahaya bagi manusia.
Sedekah dan Keberkahan Rezeki
Amalan berikutnya adalah memperbanyak sedekah. KH Tasyrif Amin menjelaskan bahwa keberkahan rezeki akan semakin terasa ketika seorang muslim gemar memberi tanpa perhitungan. “Sedekah memiliki banyak keutamaan di luar Ramadhan, terlebih di bulan yang penuh rahmat ini,” ujarnya.
Istighfar, Dzikir, dan Doa di Waktu Sahur
Ia menutup penjelasan dengan anjuran memperbanyak istighfar, dzikir, dan doa pada waktu sahur. Ia mengutip firman Allah:
(وَبِٱلْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ)
yang merupakan penggalan Surah Adz-Dzariyat ayat 18 tentang ciri orang-orang bertakwa yang senantiasa beristighfar pada waktu sahur.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga menjadi momentum penguatan pembinaan jama’ah melalui program MQH Nuruttaubah. Acara ditutup dengan foto bersama di depan papan MQH sebagai penanda dimulainya program belajar Al-Qur’an bagi jama’ah binaan.

Melalui kegiatan Tarhib Ramadhan ini, penyelenggara berharap jama’ah memiliki kesiapan spiritual yang lebih matang sehingga mampu menjalani ibadah Ramadhan secara optimal, baik dari aspek ibadah ritual maupun penguatan karakter keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Abu Haniyyah

