Hikmah  

Tazkiyatun Nafs: Menjaga Keseimbangan Jiwa dan Pikiran dalam Kehidupan Sehari-hari

HidayatullahSulbar.Com, Mamuju – Tazkiyatun Nafs adalah proses spiritual dalam Islam yang berarti membersihkan diri dari sifat-sifat buruk dan mengembangkan sifat-sifat baik. Proses ini bertujuan untuk mendekatkan diri pada Allah SWT dan memperbaiki kualitas hidup seseorang di dunia dan akhirat.

Tazkiyatun Nafs diperkuat oleh dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadits yang menjadi pedoman dalam menjalankan proses ini. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai Tazkiyatun Nafs dengan diperkuat oleh dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadits.

1. Membaca Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah sumber ajaran utama dalam Islam dan menjadi pedoman dalam menjalankan Tazkiyatun Nafs. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 121:

“Orang-orang yang telah Kami berikan Al-Kitab (Al-Qur’an) kepadanya, mereka membacanya sebagaimana ia seharusnya dibaca. Mereka itulah yang beriman kepada Al-Qur’an.”

Membaca Al-Qur’an dengan memahami artinya dapat membantu seseorang dalam mengembangkan sifat-sifat baik dan meninggalkan sifat-sifat buruk. Selain itu, membaca Al-Qur’an juga dapat memberikan ketenangan dan kebahagiaan kepada seseorang.

2. Menjaga Sholat

Sholat adalah ibadah utama dalam Islam dan menjadi bagian penting dari Tazkiyatun Nafs. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 43:

“Dan laksanakanlah shalat, tunaikan zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.”

Menjaga sholat dengan baik dapat membantu seseorang dalam memperbaiki diri dan mendekatkan diri pada Allah SWT. Selain itu, sholat juga dapat memberikan ketenangan dan kedamaian kepada seseorang.

3. Bersyukur kepada Allah SWT

Bersyukur kepada Allah SWT adalah bagian penting dari Tazkiyatun Nafs. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Nahl ayat 78:

“Dan Allah telah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.”

Bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat-nikmat yang diberikan-Nya dapat membantu seseorang dalam memperbaiki diri dan meraih kebahagiaan sejati. Selain itu, bersyukur juga dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang.

4. Memperbaiki diri secara berkelanjutan

Tazkiyatun Nafs adalah proses memperbaiki diri secara berkelanjutan. Rasulullah SAW bersabda dalam Hadits Riwayat Tirmidzi:

“Dirimu adalah burung yang terbang dalam perjalanan menuju Allah. Kemudian seandainya sayap-sayap burungmu patah, bagaimana bisa burungmu terus terbang?”

Maksud dari hadits tersebut adalah seseorang harus selalu berusaha memperbaiki diri dan menjaga agar tidak jatuh pada sifat-sifat buruk. Proses ini harus dilakukan secara berkelanjutan dan konsisten.

5. Menghindari sifat-sifat buruk

Menghindari sifat-sifat buruk juga merupakan bagian dari Tazkiyatun Nafs. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Mu’minun ayat 5-11:

وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِفُرُوجِهِمۡ حَٰفِظُونَ ٥ إِلَّا عَلَىٰٓ أَزۡوَٰجِهِمۡ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُمۡ فَإِنَّهُمۡ غَيۡرُ مَلُومِينَ ٦ فَمَنِ ٱبۡتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡعَادُونَ ٧ وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِأَمَٰنَٰتِهِمۡ وَعَهۡدِهِمۡ رَٰعُونَ ٨ وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَلَىٰ صَلَوَٰتِهِمۡ يُحَافِظُونَ ٩ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡوَٰرِثُونَ ١٠ ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلۡفِرۡدَوۡسَ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ١١

Artinya : “Kecuali orang-orang yang menjaga shalatnya, dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka mereka dalam hal ini tiada tercela. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat yang dipercayakan kepada mereka dan janji-janjinya, serta orang-orang yang selalu memelihara shalatnya. Mereka itu adalah orang-orang yang akan mewarisi, yang akan mewarisi surga. Mereka kekal di dalamnya.”

Sifat-sifat buruk seperti sombong, iri hati, hasad, dan lain sebagainya harus dihindari dan ditinggalkan. Sebaliknya, sifat-sifat baik seperti rendah hati, kasih sayang, sabar, dan lain sebagainya harus dikembangkan.

6. Berusaha untuk mendapatkan ridha Allah SWT

Tazkiyatun Nafs bertujuan untuk mendekatkan diri pada Allah SWT dan mendapatkan ridha-Nya. Rasulullah SAW bersabda dalam Hadits Riwayat Bukhari:

“Barangsiapa yang Allah ingin kebaikan baginya, maka Allah akan memberikan pemahaman dalam agama.”

Dalam proses Tazkiyatun Nafs, seseorang harus berusaha untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam mengenai agama Islam agar dapat melakukan ibadah dengan baik dan memperbaiki diri secara berkelanjutan.

7. Berdoa kepada Allah SWT

Berdoa kepada Allah SWT juga merupakan bagian penting dari Tazkiyatun Nafs. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Ghafir ayat 60:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِي سَيَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

Dalam berdoa, seseorang harus merendahkan diri dan memohon kepada Allah SWT dengan tulus agar diberikan kekuatan untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri pada-Nya.

Dalam kesimpulannya, Tazkiyatun Nafs adalah proses spiritual dalam Islam yang bertujuan untuk membersihkan diri dari sifat-sifat buruk dan mengembangkan sifat-sifat baik. Proses ini diperkuat oleh dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadits yang menjadi pedoman dalam menjalankan Tazkiyatun Nafs.

Dalam menjalankan proses ini, seseorang harus membaca Al-Qur’an, menjaga sholat, bersyukur kepada Allah SWT, memperbaiki diri secara berkelanjutan, menghindari sifat-sifat buruk, berusaha untuk mendapatkan ridha Allah SWT, dan berdoa kepada-Nya. Semoga tulisan ini dapat menjadi panduan bagi siapa saja yang ingin memulai proses Tazkiyatun Nafs./admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×