Sekolah Dai Hidayatullah Sultanbatara Kembali Mewisuda Mahasantri Angkatan IV

HidayatullahSulbar.Com, Parepare – Sekolah Dai Hidayatullah (SDH) Sultanbatara kembali mewisuda mahasantrinya, Sabtu (29/7/2023)

Bertempat di Gedung Peradaban Hidayatullah Parepare, para wisudawan yang mengenakan jubah putih dibalut jaket almamater SDH dan kopiah hitam sekaligus dibacakan juga surat keputusan penugasan yang disebar ke tiga provinsi yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara.

Selain wisudawan yang berjumlah 13 orang, SDH putri Bone yang berjumlah 16 juga mengikutinya secara live.

Mudir SDH Nursalam Habibi, S.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah terlibat dalam pelaksanaan acara tersebut.

“Kami sampaikan terimakasih kepada seluruh stakeholder khususnya ketua DPW Sulawesi Selatan dalam hal ini departemen dakwah dan perkaderan. Begitupula DPW Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara.” Memulai sambutannya.

Ustadz Habibi juga berharap bimbingan dan support khususnya kepada Baitulmaal Hidayatullah (BMH), agar proses belajar mengajar dapat berjalan lancar.

Wisuda yang diselenggarakan setelah ujian terbuka Matan Mandzumah Al-Jazariyyah dihadiri langsung Ketua Umum DPP Hidayatullah yang dalam kesempatan kali ini diwakili Ketua Bidang Pelayanan Ummat Ustadz Drs H. Nursyamsa Hadis, M.Si

Dalam orasi ilmiah Ustadz Nursyamsa banyak menyampaikan nasehat kepada wisudawan.

“Peluang hidup sangat terbatas sehingga tidak bisa direngkuh semuanya karena ada banyak pilihan. Termasuk terjun dalam dunia bisnis yang 90% sebagai sumber rezki.” Mengawali orasinya.

“Tetapi Allah Subhanahu Wata’ala memberikan tuntunan dan hidayah kepada kalian sebagai penyambung lidah para nabi, sebab tidak ada profesi yang lebih mulia selain pendakwah.” Memompa semangat wisudawan.

“Siapa menolong agama Allah maka Allah pasti menolong dan memberikan kemudahan dalam segala urusan anda (intanshurullah yanshurkum wayutsabbit aqdaamaakum).” Mengutip QS.Muhammad ayat 7.

“Karena Ilmu yang tidak diamalkan maka lama-lama akan hilang. Untuk seterusnya ilmu harus dipahami, dianalisis, disintesis dan dievaluasi sehingga melahirkan manusia kreatif.” Tambahnya.

“Manusia yang kreatif inilah yang tidak ada ketakutan dalam dirinya untuk ditempatkan dimana saja.” Kuncinya.

Hadir pula Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan Ustadz Drs. Nasri Bohari M.Pd, Ketua
DPW Hidayatullah Gorontalo Ustadz Syafruddin, S.Sos.I., anggota DPW Sulbar dan Sultra, BMH Sulsel dan Sulbar.

Dan yang teristimewa wisuda kali ini dihadiri pula Walikota Parepare yang diwakili Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan M. Anwar Amir yang turut memberikan sambutan sekaligus mengukuhkan wisudawan/wisudawati untuk siap menjalankan tugas dakwah di seluruh nusantara.

Ketua DPW Hidayatullah Sulsel dalam sambutannya menyampaikan bahwa nama sultanbatara mengambil spirit nama pahlawan sultan Hasanuddin agar mahasantri kita menjadi mujahid dakwah yang selalu siap menumpas segala kebodohan dan kebatilan.

Ustadz Nasri juga menyampaikan alasan kenapa Sekolah Dai Hidayatullah ditempatkan di Parepare.

“SDH ditempatkan di Parepare karena selain sebagai kota niaga, kota pendidikan dan julukan Serambi Madinah, bahwa Kota Parepare sangat strategis secara geografi, geososial dan politik.” Sebutnya.

“Dan yang sangat fenomenal bahwa gedung yang kita tempati ini adalah waqaf langsung Bapak Pemimpin Umum Hidayatullah Ustadz KH. Abdurrahman Muhammad yang sekaligus menjadi tempat bersejarah perintis Hidayatullah Allahuyarham KH. Abdullah Said karena sempat tinggal di tempat ini sebelum hijrah ke Balikpapan untuk seterusnya mendirikan Hidayatullah.” Sambungnya.

Beliau juga menambahkan bahwa pola pembinaan mahasantri SDH hanya (satu) tahun, tetapi tidak kalah bersaing dengan S-1.*/massiara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×