Hikmah  

Perkataan yang Baik Seperti Pohon Kurma

HIDAYATULLAHSULBAR.COM, Muslim yang baik terukur dari perkataannya yang selalu baik, meneduhkan, menginspirasi pendengarnya untuk selalu berbuat yang baik baik. Memikirkan dahulu manfaatnya sebelum ia katakan.

Lalu mengapa perumpamaan perkataan yang baik seperti pohon kurma? Setidaknya, pohon kurma tidak pernah rontok daunnya, baik di musim panas maupun di musim dingin, dan ia mengeluarkan buahnya setiap musim dengan seizin Allah Sang Pencipta.

Dalam al-Qur’an Allah berfirman “Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. (QS. Ibrahim : 24 – 25).

Dijelaskan dalam tafsir Ibnu Katsir, dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun.

Demikianlah menurut Ad-Dahhak, Sa’id ibnu Jubair, Ikrimah, Mujahid, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang, bahwa sesungguhnya hal ini merupakan perumpamaan tentang amal perbuatan orang mukmin, ucapannya yang baik, dan amalnya yang saleh.

Benar benar mukmin itu seperti pohon kurma, amal salehnya terus-menerus dinaikkan ke langit, baginya di setiap waktu, pagi dan petang. Apa yang disampiakan menghhunjam ke dalam sanubari mad’u (pendengar), ajakannya selalu kepada ketaatan kepada Rabbnya.

Juga menurut riwayat Syu’bah, dari Mu’awiyah ibnu Qurrah, dari Anas, bahwa pohon itu adalah pohon kurma. Hammad ibnu Salamah telah meriwayatkan dari Syu’aib ibnul Habhab, dari Anas, bahwa Rasulullah ﷺ mendapat kiriman sekantong buah kurma.

Maka beliau ﷺ membaca firman-Nya: perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik. (Ibrahim: 24) Yakni pohon kurma. Tetapi telah diriwayatkan melalui jalur ini dari lainnya (Syu’aib ibnul Habhab), dari Anas secara mauquf.

Kreator Saiful Yazan Samsan pada Kompasiana.com pernah membuat ulasan tentang keajaiban pohon kurma sebagai berikut, di antaranya adalah, akarnya kokoh menghunjam ke dalam bumi dan menancap kuat di sana. Ia tidak seperti pohon-pohon yang lain yang akarnya muncul di permukaan tanah.

Lezat, manis rasa buahnya dan banyaknya manfaat pohon tersebut. Langgengnya pelepah dan daun-daunnya, ia tidak gugur (rontok) darinya baik di musim dingin maupun musim panas. Mudah untuk memetik buahnya, kalau pohonnya pendek maka orang yang memetiknya tidak perlu memanjatnya. Kalau toh sudah tinggi itupun pohonnyamudah dipanjat.

Buahnya adalah salah satu buah yang paling bermanfaat di antara buah-buahan di dunia. Karena ruthabnya (buah kurma yang masih segar) adalah buah yang manis. Kurma yang sudah kering (tamr) bisa dijadikan makan pokok, lauk dan buah-buahan. Dan ia juga bisa dijadikan cuka, dan mansian, di samping itu ia juga masuk ke dalam aneka jenis minuman dan obat-obatan.

Pohon kurma adalah pohon yang paling tahan terhadap angin dan kekeringan. Adapun pohon-pohon besar dan rindang selainnya, maka terkadang ia tumbang tertiup angin, terkadang tercabut oleh hempasan angin, retak dahan-dahannya, dan tidak tahan terhadap kekeringan sebagaimana ketahanan pohon kurma.

Tidak ada satupun darinya yang tidak memiliki manfaat. Maka buahnya bermanfaat, batang pohonnya memiliki manfaat untuk bangunan rumah, atap dan yang lainnya, pelepahnya bisa dipakai untuk atap rumah sebagai pengganti rotan, dan sebagai pentutup celah-celah dan lubang, daun-daunnya bisa dibuat keranjang, perabotan rumah tangga yang lainnya, tikar dan lain-lain, dan sabutnya memiliki manfaat yang sudah tidak asing lagi bagi kita.

Semakin lama usia pohon kurma semakin bertmbah kebaikannya dan semakin bagus buahnya. Hati atau inti pohonnya (bagian tengah dari batang pohon) adalah hati (inti) pohon yang paling baik dan paling manis. Demikian juga hati seorang yang beriman ia adalah hati yang paling baik.

Manfaatnya tidak akan terputus secara total, akan tetapi jika ada salah satu manfaat yang terputus/hilang maka masih ada manfaat-manfaat yang lain. Sehingga jika ia tidak berbuah selama satu tahun, maka pelepahnya, daunnya, dan serabutnya masih bisa bermanfaat. Wallahuh a’lam bish showab. (bash)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×