Monev Hidayatullah Sulbar, Pastikan Semua Program Kerja Terlaksana

HIDAYATULLAHSULBAR.COM, Mamuju – Monitoring dan evaluasi (monev) DPW Hidayatullah Sulawesi Barat (Sulbar) dilaksanakan untuk memastikan semua program kerja terlaksana dengan baik.

Dipandu langsung oleh pendamping DPW Sulbar ketua bidang Perkonomian DPP Hidayatullah Drs. Wahyu Rahman, ME. di ruang rapat YPCM tanggal 27 Agustus 2023.

Ditegaskan ketua DPW Hidayatullah Sulbar, hendaknya pengurus organisasi di semua tingkat dapat fokus dengan program kerjanya dan memiliki data sebagai bahan riset dan pengembangan program kerja, “Jika perlu setiap datang rapat harus berdasarkan data jangan ngomong tanpa data” tandasnya.

Lazimnya rutinitas organisasi ada rapat pekanan, bulanan dan tahunan, menyampaikan kinerja yang telah dicapai atau program dan punya rencana sepekan ke depan, apalagi berstatus sebagai DPW berkembang tentu tidak gampang mempertahankannya.

Sebagaimana diketahui semua ketua departemen difungsikan sebagai pendamping di daerah bahkan beberapa dari mereka ditetapkan sebagai badan pembina di yayasan kampus pratama.

Dijelaskan, monev dilakukan dalam rangka memastikan bahwa yang telah direncanakan di rakerwil itu telah berjalan, kalau toh tidak berjalan tentu akan dilakukan evaluasi terhadap kendala di mana krusialnya, apakah pada manusianya (man), pada metodenya (method) dan penganggarannya (money).

Terdapat sekretaris, bendahara, ketua departemen Ekonomi, Sosial, Ekonomi dan Kesehatan. Departemen Organisasi dan SDI, departemen pendidikan dan kepesantrenan, departemen perkaderan dan pembinaan anggota juga departemen pembinaan keluarga dan PAUD.

Mengingat semua program kerja digali dari intisari visi dan misi oranisasi dan diyakinkan tidak bias. Dan meyakinkan kearifan lokal memiliki daya dukung dalam achievement atau capaian agar pertanggung jawaban pengurus pusat pada 38 wilayah di nusantara ini berjalan dengan baik.

Itulah sebabnya ditetapkan Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH), apakah kader tetap konsisten menempa diri melalui intisari dari konsep imamah jamaah dan konsep sistimatika wahyu dan dievaluasi lewat halaqah kader, sekaligus menjadi alat ukur keberhasilan dalam capaian program di daerah. (bash)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×