Menulis itu Jihad

HIDAYATULLAHSULBAR.COM, Tarbiyah – Kondisi akhir zaman memanggil umat Islam untuk semakin menigkatkan budaya literasi, tak ayal beberapa komunitas penulis membuat ajakan untuk bergabung di grup grup WhatsApp untuk belajar bersama membuat konten dakwah melalui kemampuan menulis, desain grafis, video maker, dunia fotografi dan lain sebagainya.

Salah satunya inisiatif Lafiri Firman, jurnalis senior asal kota Makassar yang juga redaktur website hidayatullahsulsel.com dan beberapa media online lainnya, membuat grup WhatsApp Menulis itu Jihad, menyebutkan “Apa yang diposting oleh Murrabi penulisan kita di grup seperti artikel Imam Nawawi sejatinya sebagai motivasi dan pancingan untuk diskusi proses kreatif penulisan”.

Tafadal (silakan) jika anggota grup mau mendiskusikan terbuka di grup mempertanyakan cara dan teknis sehingga bisa menuliskan artikel esai Islami seperti dia tas kepada beliau. Tulisnya.

Dijelaskannya, Bermula dari kesadaran bahwa saat ini rupanya kita sedang digempur dan terkalahkan dalam peperangan akhir zaman, perang pemikiran (ghozwul fikri) yang gencar dilakukan musuh Islam dengan kampanye dan propaganda berbagai paham (sekulerisme, liberalisme, hingga komunisme) bertentangan dan bukan dari Al Quran dan Sunnah serta sangat masif merusak aqidah, iman dan akhlak.

Juga terbukanya peluang dengan berbagai kemudahan lewat komunikasi digital untuk membentengi diri, keluarga dan ummat.

Maka sepatutnya kita perlu menghimpun kekuatan mulai dari merubah paradigma (mind set) membekali diri (skill set) dan mengadakan sarana dakwah (tool set).

Insya Allah melalui grup ini, lanjut tulisnya, kita niatkan sebagai ibadah dan ikhlas karena Allah untuk sarana saling belajar tentang menulis dan membuat konten dakwah lainnya seperti video, desain, fotografi dan lain lain.

Tidak tanggung tanggung, dalam grup WhatsApp tergabung penulis buku, video maker bahkan sosiolog. Ada aktivis Islam, penulis buku, aktif berdakwah melalui tulisan di akun medsos, jurnalis senior, trainer penulisan yang juga pengurus Muhamadiyah Sulsel.

Juga Adnan Kusuma tokoh literasi nasional penulis ratusan judul buku, bergabung juga Abdul Gani, jurnalis Islam, belum lagi Mukhtar Daeng Lau ketua FUIB Sulsel yang aktif menulis dan menerbitkan buku
Juga terdapat fotogrfer, sineas senior dan bahkan ketua Pemuda Hidayatullah Imam Nawawi yang hampir setiap hari tidak dilewatkan kecualli ada tulisan yang dihasilkan darinya dan menggugah.

Hingga saat ini (1/2/2023) terdapat 134 peserta termasuk beberapa kader Hidayatullah yang mengawaki Media Hidayatulah Sulbar selain beberapa kader pengurus Hidayatullah Sulawesi Selatan. Menurut rencana admin, akan mengajak jamaah dari Ormas, komunitas dakwah lainnya dengan tujuan saling memotivasi, pembelajaran baik virtual maupun offline. (bash)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×