Konsolidasi, Monitoring dan Evaluasi : DPD Polman dan Majene Berpacu Dalam Progres Tarbiyah dan Dakwah

HidayatullahSulbar.Com, Majene – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Barat turun ke daerah memonitoring serta mengevaluasi program kerja. Setelah Mamuju Tengah dan Pasangkayu, Sabtu-Ahad (9-10/9/2023) giliran Polman dan Majene.

Selain monitoring dan evaluasi (monev), DPW juga menguatkan konsolidasi sumber daya insani (kader) yang dikemas dalam diskusi santai. Selain DPW, MMW dan Mushida juga ikut membersamai konsolidasi.

Ketua DPW menegaskan bahwa monev kali ini dilaksanakan di wilayah DPD secara bergantian dengan harapan seluruh pengurus bisa mengikutinya termasuk sosialisasi pelaksanaan silatnas Hidayatullah November 2023 yang akan datang.

Seperti biasanya kunjungan ke daerah juga mengagendakan pengajian warga dan santri. Khusus di Polman diisi oleh anggota Dewan Murabbi Wilayah Ustadz Abdurrahman Hasan, S.Pd.I.

Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Barat Ustadz Drs H Mardhatillah dalam pengajian di Hidayatullah Polman

Dalam pengajian di Majene, Ustadz Drs. H. Mardhatillah menstressing betapa pentingnya dalam mempersiapkan hari esok. Khususnya para warga dan santri diajak untuk senantiasa muhasabah dan memperkuat silaturrahim.

Di sela-sela monev juga beliau memberikan motivasi dalam mengejar target capaian program.
“Waktu efektif tinggal 2 bulan menjelang silatnas, sehingga sebisa mungkin memaksimalkan programnya.” Ungkapnya.

Monev di Polman yang dihadiri 3 orang pengurus DPD yang dikawal langsung oleh ketuanya Ustadz Hamzah, S.Pd.I, sedangkan di Majene hadir ketuanya Ustadz Firdaus, S.Kom.I bersama 5 pengurusnya.

Dalam konsolidasi kader banyak hal-hal yang menjadi program strategi bermunculan khususnya bagaimana menjawab fenomena kampus Majene yang berdekatan dengan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar).

“Pesmadai di Majene sudah perlu menjadi program prioritas, paling tidak mulai awal 2024.” Tambah Ustadz Mardhatillah.

“Disamping menjadi strategi dakwah juga dalam rangka menjawab kepedulian organisasi secara eksternal khususnya merebaknya pergaulan bebas yang nyaris tak terbendung.” Imbuhnya.(massiara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×