Khalid bin Walid: Sang Singa Perang yang Tak Pernah Tergoyahkan – Bag. 1

Kisah ini disadur dari tayangan video yotube yang dikonversi kedalam teks. Karena teksnya agak panjang, sehingga kami buat tulisan bersambung. Semoga bermanfaat!

HidayatullahSulbar.Com – Beliau Radhiyallahu ‘anhu bernama Khalid bin Walid. Beliau dikenal sebagai penglima perang yang tak pernah kalah, baik pada saat keislamannya maupun di masa Jahiliyah. Beliau juga dikenal sebagai perangai yang perkasa, yang diiringi dengan ide-ide yang cemerlang.

Ayah beliau bernama Al-Walid bin Mughirah dan bergelar Abdusham. Seorang pemuka Quraisy dan juga sebagai hakim, dan dikenal sebagai seorang yang memiliki kekayaan. Al-Walid dikenal sangat paham terhadap ilmu-ilmu syair.

Al-Walid dikenal juga sebagai orang pertama yang melepaskan sandal saat memasuki Ka’bah. Al-Walid juga dikenal sebagai orang pertama yang mengharamkan khamar, memotong tangan bagi pelaku pencurian, dan menghapus sumpah.

Dan di antara dasar-dasar ini terus dijalankan pada masa Islam. Al-Walid bin Mughirah juga orang pertama yang berani merenovasi Ka’bah saat Ka’bah runtuh, karena beban kiswah, yaitu kain penutup Ka’bah yang sangat banyak.

Namun, segala prestasinya tidak menghantarkannya kepada Islam. Padahal, segala bukti-bukti pernah diperlihatkan kepadanya. Seperti firman Allah subhanahu wa ta’ala : “Biarkanlah aku yang bertindak terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya.”

Ibnu Abbas radiyallahu anhu berkata, Allah ta’ala menurunkan sebanyak 104 ayat berkenaan dengan Al-Walid bin al-Mughirah. Dalam ayat lain, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman : “Kelak, aku akan memasukkannya ke dalam neraka saqar.” Quran surat Al-Muddatstsir, ayat 26.

Sedangkan sang ibu bernama Asma atau dikenal dengan Lubaba, anak dari Al-Haris bin Harab al-Hilaliyah. Ibu beliau adalah saudari umul mu’minin Maimunah binti Al-Haris, yakni istri Nabi Muhammad SAW.

Khalid bin Walid sangat digemari oleh kalangan Quraisy karena perangainya yang begitu kuat. Dan pemikirannya dalam menyusun sebuah strategi pertempuran yang dapat membalikkan keadaan saat sudah terjepit.

Seperti yang dilakukannya sebelum masuk Islam, tepatnya saat Perang Uhud. Khalid bin Walid melesat bagaikan badai dan dapat menerobos titik penting kaum Muslimin. Yakni saat pasukan pemanah Rasulullah melanggar perintah, yaitu para pemanah yang meninggalkan barisannya.

Padahal saat itu kafir Quraisy sudah bercerai berai. Namun bersatu kembali dan berhasil mematahkan serangan Muslimin yang membuat banyak para shuhada. Seperti wafatnya sang singa Allah, yakni Hamzah bin Abdul Muthalib Radiyallahu’anhu.*/admin

————————- Bersambung ———————————-
dikutip dari youtube : https://youtu.be/pXff4rKoWKI?si=9YZqOp3LtdOo8PsT

×