Polman  

Ini Target Rotasi di Hidayatullah Polman

Konsolidasi DPD Hidayatullah Polman bersama Ketua DPW dan Dept Organisasi SDI, Jumat (19/01/2024)

HidayatullahSulbar.COM, Polman – Pergantian pengurus di Hidayatullah Polman dilakukan mengingat adanya target besar DPW yang akan dicapai. Polman sebagai kabupaten yang luas wilayahnya tentu butuh banyak perhatian dari organisasi. Ekspektasi organisasi adalah berdirinya kampus madya.

Sebagaimana dikerahui dalam sebulan terakhir, Kadep Organisasi dan SDI DPW Hidayatullah Sulbar Muhammad Bashori diputuskan sebagai pejabat sementara paska ditariknya Hamzah, S.Pd.I dari ketua DPD Polman menjadi pengurus Posdai Sulawesi Barat.

Sekitar dua pekan berjalan transisi kepemimpinan di Hidayatullah Polman, akhirnya tersebutlah nama Imran, SHI. sebagai ketua pengurus definitif.

Dinamika tersebut sudah lazim di Hidayatullah khususnya Sulawesi Barat “Meskipun ukuran keberhasilan di daerah bukan hanya standar perkembangan fisik dan program melainkan ketaatan kadernya dalam menerima amanah” tegas ketua DPW Hidayatullah Sulbar Drs. H. Mardhatillah.

Lebih jauh dikatakan, kebijakan rotasi di tubuh organisasi Hidayatullah Polman adalah murni pertimbangan strategis dengan target-target besar. Hal di maksud adalah tercapainya status kampus madya. Hal itu menuntut pengurus daerah maksimalkan program layanan keuamanan atau amal usaha dan badan usaha atau lembaga profit milik organisasi.

Terdapat rumah Qur’an Hidayatullah (RQH) dan majels Qur’an Hidayatullah (MQH) di beberapa kecamatan Binuang, Campalagian, Mapili, Binuang, Polewali dan Tutar dan lainnya.

Pada Jumat tanggal 19 Januari 2024, dilakukan rapat konsolidasi organisasi di ruang rapat Yayasan Manarul Ilmi Hidayatullah Polman yang dihadiri ketua DPW Hidayatullah Sulbar dan ketua Departemen organisasi dan SDI. Dihadiri seluruh pengurus daerah baik yang lama maupun baru.

Secara teknis, formasi baru kepengurusan organisasi tingkat kabupaten akan ditetapkan pada rapat pleno DPW selanjutnya dan akan disosialisasikan pada rapat kerja daerah.

Ketua DPW Hidayatullah Sulbar menegaskan “Hidayatullah tidak mengenal kepemimpinan by person”. Mengutip ceramah bada subuh di masjid sebelumnya bahwa kepemimpinan di maksud berdasar musyawarah.

Menekankan perihal kepemimpinan, hendaknya pengurus, ketua khususnya memerhatikan potensi SDI dan daerah setempat. Menjadi contoh bagi semua elemen yang dipimpin. Menyoal hal itu, sampai pada tingkat harus menjaga kualitas spiritual dan etos kerja di lapangan. (bash)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×