Santai  

Biasakan Anak Senang Berbagi

Aksi murid TK Islam Al FalahJambi berbagi makanan menjadi perhatian pengguna jalan, Foto : Ard/Lt

HIDAYATULLAHSULBAR.COM, Pagi ini sengaja saya coba masukkan kata dalam mesin pencari (search engine) terbesar di jagat maya, Jangan Ajari Anak, Google otomatis menambahkan kata bercetak hitam tebal Meminta Minta.

Hal itu berarti secara random banyak user menginput kata di atas, praktisi kepengasuhan anak, orangtua, pengajar atau psikolog dan lain sebagainya.

Hasil formulasi frase yang paling sering digunakan dan kita rupanya harus sepakat dengan kutipan Jangan Ajari Anak Meminta Minta. Namun untuk menampilkan judul saya lebih suka dengan frase positif, Biasakan Anak Senang Berbagi. Ajakan positif namanya.

Kalimat negatif biasanya mengantar pembaca untuk menampilkan respon negatif pula, misalkan dengan membaca judul Jangan Ajari Anak Meminta Minta, pikiran pertama yang muncul adalah “memangnya selama ini saya ajari anak saya meminta minta?”

Membiarkan anak ikut dengan teman temannya silaturahmi pada hari raya Idul Fitri ke tetangga dengan modus khusus, itu juga bagian dari gaya permisif orang tua hari ini. Silaturahminya sudah baik.

Meskipun ada juga model respon positif usai baca judul Jangan Ajari Anak Meminta Minta, “Alhamdulillah saya dapat lagi tambahan ilmu hari ini”.

Padahal jika menilik pada al Quran surah Al Baqrah ayat ke 3 yang artinya sebagai berikut : (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

Maka cukuplah membiasakan anak sejak dini senang berbagi adalah idenitas mukmin yang baik. Wallahu a’lam bish showab. (bash)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×