Hikmah  

Bergembiralah Menyambut Bulan Ramadhan

Oleh : Najamuddin, M.Pd, Ketua YPCM Pesantren Hidayatullah Mamuju

HidayatullahSulbar.Com – Ramadhan adalah salah satu bulan yang mulia, bulan ketaatan dan bulan yang memiliki keutaman serta rahmat Allah SWT, yang dijanjikan kepada hamba Allah yang melakukan puasa.

Maka tak layak bagi seorang hamba yang beriman kepada Allah untuk tidak bergembira-ria menyambut bulan Ramadhan tersebut. Karena di Bulan Ramadhan banyak karunia dan rahmat Allah dijanjikan kepada orang- orang yang berpuasa.

{ قُلۡ بِفَضۡلِ ٱللَّهِ وَبِرَحۡمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلۡيَفۡرَحُواْ هُوَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ }
[Surat Yunus: 58]

Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaknya dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.”

Bahkan kemudian dalam hadits Rasulullah SAW, dikatakan :

أتاكم رمضان شهر بركة, يغشاكم الله فيه, فينزل الرحمة, و يحط الخطايا, ويستجيب فيه الدعاء, ينظر الله الى تنافسكم فيه, و يباهي بكم ملائكته, فأروا الله من أنفسكم خيرا, فإن الشقي من حرم فيه رحمة الله.

(رواه الطبراني)

“Telah datang kepada kalian bulan ramadhan yang penuh berkah, Allah Azza wa Jalla mengunjungi kalian dibulan ini dengan menurunkan rahmatnya, dan mengahapuskan dosa-dosa hamabanya, dan mengabulkan doa para hambanya.

Allah Azza wa Jalla melihat kalian (para hambanya) yang berlomba-lomba (dalam mengerjakan amal sholeh) dibulan ini, dan Dia Azza wa Jalla membangga-banggakan kalian dihadapan para malaikatnya, maka tunjukkan kepada Allah Azza wa Jalla kebaikan yang terdapat pada diri kalaian, karena orang yang rugi adalah orang yang tidak mendapatkan rahmat Allah Azza wa Jalla dibulan ini.”(HR. Thabarani)

Allah kemudian memberikan janji akan mengampuni dosa-dosa bagi yang menjalankan puasa yang mengikuti sunnah nabi dan memiliki keikhlasan dalam puasanya.

Dihadits yang lain yang sangat masyhur kita hafal adalah

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim No. 860).

Maka kemudian di hadits yang lain di pertegas bahwa celakalah orang yang mendapati Ramadhan akan tetapi dosa-dosanya tidak diampunin oleh Allah.

Nabi bersabda :

رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ – أَوْ بَعُدَ – دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ

“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni” (HR. Ahmad).

Maka berbahagialah masih ditakdirkan oleh Allah untuk mendapati Bulan Suci Ramadhan, dan mari mengejar Ampunan Allah SWT di bulan yang mulai ini. Semoga Allah mengampuni kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×