28/11/2022

Hidayatullah Mamuju Tuan Rumah ISEF IX

HIDAYATULLAHSULBAR.COM, Mamuju – Indonesia Sharia Economic Festifal (ISEF) diadakan Bank Indonesia (BI) yang ke-9 bertempat di halaman pondok pesantren Hidayatullah Mamuju pada Jumat tanggal 7 Oktober.

Acara dirangkaikan dengan Silaturahmi Pesantren yang dihadiri beberapa pimpinan pondok pesantren se Sulawesi Barat, diantaranya pimpinan pesantren Al Falah Baras yang telah berhasil mengembangkan budidaya sarang burung walet yang sudah beromset dua ratusan juta rupiah tiap bulannya.

Juga hadir mewakili pimpinan ormas Muhammadiyah dan Nahdhatul Ulama provinsi Sulawesi Barat, dan H. Abdul Majid Kasi Pontren mewakili kepala Kemenag Sulawesi Barat.

Di ruang acara tersebut dimeriahkan dengan kahadiran seluruh santri Hidayatullah Mamuju beserta para ustadz dan dewan guru juga pengurus YPCM Hidayatullah Mamuju juga beberapa santri dari pesantren Attahiriyah Annahdhiyyah Kalukku.

Sembari menantikan siaran langsung acara serentak yang dilaksanakan dalam jaringan bersama 46 perwakilan BI se Indonesia di tempat binaannya masing masing, sesi penyerahan 1000 bibit cabai diberikan ke 4 pesantren dipilih sebagai upaya ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi pondok pesantren.

Mengutip Budi Sudaryono ketua perwakilan BI Sulawesi Barat yang menyebutkan penyerahan bibit cabai itu bagian dari upaya recovery.

“Pesantren adalah embrio pertumbuhan ekonomi dengan 80 persen pasar muslim, hanya saja ekonomi kita (di Sulawesi Barat) sedang dalam recovery” katanya.

Menurutnya, setidaknya ada 3 pilar kebangkitan ekonomi pesantren yang perlu diperhatikan, yakni pemberdayaan ekonomi syariah, pasar syariah, assessment dan edukasi.

Senada dengan itu, Najamuddin, M. Pd. Ketua Yayasan Pendidikan Cerdas Mandiri (YPCM) Hidayatullah Mamuju sebagai tuan rumah menyebutkan bahwa pihaknya juga masih siap jika tahun depan diminta sebagai tuan rumah.

Dikatakan, ia yakin dengan adanya acara seperti saat ini akan menginspirasi kerjasama selanjutnya pada bidang ekonomi sebagaimana yang sudah dilakukan BI kepada pesantren lain.

“Kami punya unit usaha berupa koperasi yang baru dibuka dan masih butuh banyak binaan dari BI” katanya. (bash)