28/11/2022

Siswa SMP-SMA Integral Al-Furqan Dikenalkan Mitigasi Bencana

HIDAYATULLASULBAR.COM, Mamuju – Kunjungan Edukasi siswa SMP – SMA Integral Al-Furqan kali ini dilakukan ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (DPBD) provinsi Sulawesi Barat pada Jumat (30/9/2022) dikenalkan pentingnya mitigasi bencana.

Disambut secara resmi oleh Kepala Pelaksana BPBD Sulbar Amri Ekasakti, ST. bersama seluruh staffnya menggunakan tenda sebagai aula darurat di halaman kantor yang berada di komplek gubernuran tersebut.

Dikatakan Amri, “Kami sangat senang bisa bertemu kalian hari ini, sudah menjadi tugas kami memberikan edukasi tentang kebencanaan kepada seluruh lapisan masyarakat”. Hal itu menurutnya, sudah menjadi tugas utama institusi yang dipimpinnya.

Foto bersama Kepala Pelaksana BPBD provinsi Sulawesi Barat, Amri Ekasakti, ST dan sleuruh peserta Kunjungan Edukasi SMP-SMA Integral Al-Furqan didampingi dewan guru dan kepala sekolah, Suaib, S.Pd.

Di hadapan peserta ia menjelaskan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke- 38 dari 181 negara paling rentan bencana, namun demikian ia tetap menegaskan agar sikap tenang dan waspada menghadapi bencana itu sangat penting.

“Di sinilah pentingnya manajemen kebencanaan” Pungkasnya di akhir sambutannya pada Kegiatan Pelayanan Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana tersebut.

Senada dengan hal di atas, Suaib, S.Pd. kepala sekolah SMP-SMA Integral Al- Furqan mengharap kehadiran seluruh siswanya untuk mendapatkan pendidikan tentang kebencanaan.

“Apalagi wilayah Mamuju dan sekitarnya sering terjadi bencana mulai dari banjir, tanah longsor dan gempa. Sehingga kami butuh wawasan sejak dini terkait bencana” papar Suaib.

Acara dilanjutkan pengenalan ruang kerja seluruh pegawai BPBD provinsi Sulawesi Barat, mulai ruang kepala pelaksana BPBD, ruang kerja sekertaris, ruang kerja kepala kepala seksi juga dikenalkan jalur jalur evakuasi.

Mendadak suara sirine nyaring memecah keseriusan peserta Kunjungan Edukasi dan diinstruksikan oleh pemandu dari Team Reaksi Cepat (TRC) berlari keluar ruangan dengan melindungi kepala dengan benda seadanya sepereti tas, buku atau melindungi kepala dengan kedua tangan.

Setiba di area assembly point atau titik kumpul, jumlah peserta tidak berkurang namun menyusul laporan ada staf kantor yang tertinggal diduga terjebak di salah satu ruangan.

Evakuasipun berjalan dengan cepat dan dalam hitungan menit korban sudah berada ditandu dalam penanganan paramedis.

Episode di atas adalah bagian dari stimulasi terhadap situasi gempa yang diikuti oleh semua peserta dan sebagian staf kantor BPBD sehingga suasana terasa natural, mungkin dalam psikologi peserta masih memiliki trauma yang belum hilang paska gempa awal 2021 silam. (bash)