28/11/2022

Rakorwil Perekonomian Hidayatullah Sulawesi Barat, Respon Kader Entrepreneur

HIDAYATULLAHSULBAR.COM, Mamuju – Rakorwil Perekonomian Hidayatullah Sulawesi Barat diadakan untuk merespon kader pengusaha, dibuka hari ini, Sabtu (24/9/2022) dengan Tema Membangun Kemandirian Ekonomi Umat dan Organisasi Menuju Terwujudnya Peradaban Islam.

Ketua departemen Ekonomi dan Aset DPW Hidayatullah Sulawesi Barat, Sodikin, SE menyebutkan rapat koordinasi itu respon dari tingginya animo kader Hidayatulah Sulawesi Barat khususnya dalam upaya meningkatkan produktifitas.

Rakor itu merupakan program kerja departennya, Sodikin menambahkan kinerja berbasis usaha kader dan organisasi itu sangat baik grafiknya di Sulawesi Barat, “Kita menginginkan aktifitas kader utamanya dalam produksi barang dan jasa dilakukan secara tepat” pungkasnya.

Diiyakan sekretaris DPW Hidayatullah saat memberikan sambutan yang menyitir unit usaha kader Hidayatullah Sulawesi Barat saat ini sudah masuk ke pasar luas karena penjualannya berbasis data.

Sebagaimana spirit yang dibangun oleh pendiri Hidayatullah KH. Abdullah Said (alm.) yang menyebutkan kekuatan finansial sangat besar perannya dalam menopang gerakan organisasi.

Senada dengan itu, ketua Bidang Perekonomian DPP Hidayatullah Drs. H. Wahyu Rahman, MM menyebutkan “Kita hidup bukan sekedar terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan dan papan”. Harapnya agar bisa mandiri dan bersaing dengan dunia internasional di bidang perekonomian umat.

Pada bidang inilah menurutnya, ketua ketua departemen ekonomi dan pelaku ekonomi di daerah bisa menampilkan potensi secara baik dengan tujuan terciptanya kemandirian dalam membangun peradaban Islam.

Bertempat di ruang rapat DPW Hidayatullah Sulawesi Barat jalan Abdul Syakur nomor 2 Mamuju, rakor dilaksanakan selama 2 hari Sabtu dan Ahad tanggal 24 dan 25 September ini.

Dihadiri seluruh ketua departemen ekonomi, para ketua DPD Hidayatullah se Sulawesi Barat, utusan kampus madya Hidayatullah Mamuju dan BMH Perwakilan Subar dan pelaku amal usaha baik milik organisasi maupun perorangan.

Peserta melakukan diskusi soal unit usaha yang mereka jalankan, menganalisa potensi pengembangan hingga menghadirkan ketua APHIDA pusat, Faisal Thamrin dan ketua APHIDA Ketua Departemen Ekonomi Keumatan Ruhyadi melalui dalam jaringan (daring).

Menariknya, jalannya rapat dimeriahkan dengan mengonsumsi Banana Chips, panganan ringan buatan Camilanku yang diawaki bang Dzul yang juga amil BMH Perwakilan Sulbar, juga meminum kopi Mamasa yang disedu dengan Gula Semut Aren hasil racikan ustadz Kamil pengurus Hidayatullah Poman. (bash)