• Ming. Okt 2nd, 2022

Puasa Ramadhan Sebagai Madrasah (Bagian I)

Byadmin

Apr 3, 2022
Hikmah Naja

Oleh Najamuddin, M.Pd *)

(Bagian – 1)

Bulan suci ramadhan adalah bulan yang dinanti- nanti para umat Islam, bahkan di ceritakan para ulama dahulu berdoa 6(enam) bulan sebelum Ramadhan agar mendapati bulan Ramadhan.

Dan 6Enam) bulan setelah Ramadhan juga berdoa agar Ramadhannya di Ijabah oleh Allah, tahun ini kita melaksanakan Ramadhan di tanggal 3 April 2022, hari seluruh umat Islam berpuasa di waktu sama yaitu dari terbitnya Fajar hingga tenggelamnya Matahari.

Ada banyak faedah dan ibrah yang bisa di ambil dari Bulan Suci Ramadhan, untuk bisa mengantarkan diri meraih predikat Taqwa dari Allah.

Puasa adalah madrasah untuk mampu memgantar Akhlak bagi orang yang menjalankan Puasa, puasa harus mampu mengantar untuk lebih sabar dan lebih lembut dalam bertutur kata, bahkan didalam hadits sangat jelas dikatakan :

وإن جهل على أحدكم جاهل وهو صائم، فليقل : إنى صائم، إنى صائم

Hadits ini harus mampu dipahami untuk kemudian mengendalikan amarah dalam diri; “Apabila ada yang berbuat jahil atau menyakiti kita, maka cukup mengelus dada dan katakan “Sesungguhnya Aku Berpuasa.”

Kenapa kemudian hal ini diwanti-wanti oleh Nabi dalam Haditsnya? Kalau menurut hemat kami, karena kita manusia adalah makhluk sosial, tentu kita akan berinteraksi dengan makhluk lainnya apatah lagi manusia lainnya. Paling tidak kita berinteraksi dalam lingkungan, dalam keluarga dan juga dalam amanah- amanah kita di dunia ini.

Tentunya dalam interaksi tersebut tak bisa dihindari akan ada saja perselisihan terjadi, seorang bawahan harus berinteraksi dengan sesama pegawai lainnya dan juga kepada Bosnya, seorang Bos harus berintraksi dengan bawahannya, seorang kepala rumah tangga harus berintraksi dengan keluarganya, seorang guru harus berinteraksi dengan muridnya begitu pula sebalikanya, yang pada intinya semua akan berinteraksi.

Maka dalam interaksi tersebut tidak mungkin akan berjalan semulus tegel Masjid, fikiran manusia pasti memiliki perbedaan dalam bersikap dan berucap, dan karena perbedaan itu maka Syetan akan mengambil kesempatan untuk membisikkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Maka puasa Ramadhan hadir menjadi tameng serta mengajarkan kesabaran bagi kita semua, cukup katakan sesungguhnya Aku Berpuasa.

Ciri-Ciri Orang Bertaqwa

Ayat berkaitan puasa diakhir dengan Kalimat ( لعلكم تتقون ) sedangkan
Salah satu Ciri orang bertaqwa adalah mampu menahan amarah dan mampu memberikan maaf kepada Manusia

{ ۞وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٖ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ }

[Surat Ali ‘Imran: 133]

Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,

{ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلۡكَٰظِمِينَ ٱلۡغَيۡظَ وَٱلۡعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِينَ }

[Surat Ali ‘Imran: 134]

(Yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: «لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ» مُتَّفَقٌ عَلَيْه

Darinya (Abu Hurairah) Radhiyallahu Anhu, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Orang kuat itu bukan orang yang jago bergulat. Akan tetapi orang kuat adalah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah.”

Puasa Ramadhan memupuk kesabaran.
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa.

Salam Ta’zim dari sudut masjid Al Walidain
__________________________________________
*) Ketua Dept. Perkaderan, Pembinaan Keluarga & PAUD DPW Hidayatullah Sulawesi Barat dan Ketua YPCM Hidayatullah Mamuju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.