• Ming. Okt 2nd, 2022

Tausiah Senior Lembaga, Kuatkan Jati Diri dalam Kehidupan Sehari Hari

ByMuhammad Bashori

Feb 6, 2022

Mamuju (HIDAYATULLAHSULBAR.COM) Diawali dengan mengenalkan kepada santri tentang adab adab dalam kehidupan sehari hari.

Ahad (6/2/2022) usai sholat subuh di kampus II Hidayatullah desa Tadui, Drs. Mardhatillah memberikan tausiah kelembagaan.

Penekanan dalam tausiah rutin pekanan oleh senior lembaga kali ini menekankan pada adab dan jati diri santri.

Tentang interaksi dengan sesama santri, kepada santri senior dan kepada para ustadz pengasuhnya.

Kondisi tersebut adalah desain stimulasi untuk menyiapkan mental spiritual yang baik atau akhlaqul karimah yang ditempa di dalam sistem kehidupan berasrama di pondok pesantren.

Berusaha rendah hati di hadapan gurunya, hormat dan respon terhadap keinginannya, “Siapa yang melecehkan orang lain, itu sama saja melecehkan dirinya begitu juga jika menghormati orang lain berarti menghormati dirinya”. Tutur ustadz Mardhatillah saat memberikan tausiah kelembagaan di kampus putra Hidayatullah Mamuju.

Itu disampaikan khusus kepada santri sebagai penguatan adab di atas segalanya, begitu adab beribadah harus mendapatkan prioritas.

Dikatakan kepada majelis yang hadir, hadir badan pembina yayasan, pengurus dan pengasuh santri agar menguatkan ibadah sebagai sentra utama dalam kehidupan berjamaah.

Selalu memperbaiki niat mengabdi di Hidayatullah semata mata karena ingin meraih ridho Allah taala.

Di sini pentingnya merawat niat lewat ibadah, berusaha keras agar tidak pernah terlambat sholat atau ‘masbuk’.

Hal penting lainnya adalah menjaga kader, agar terjaga jati dirinya.

Diuraikan secara singkat tentang jadi diri tersebut, adalah dengan pola tarbiyah dan dakwah dan mengikuti Al Qur’an dan sunnah dalam aqidah ahlu sunnah wal jamaah.

Selanjutnya makna al Harakah al Jihadiyah atau kelompok yang bersungguh sungguh menegakkan kebenaran di tengah masyarakat.

Kita juga berbentuk dan teratur dalam sebuah kepemimpinan yang utuh, sebagaimana keberadaannya adalah bagian dari jamaatun minal muslimin.

Dan yang terpenting adalah sikap Washatiyah, berada di pertengahan senantiasa bersama saudara muslim lainnya. Bukan datang mencari perbedaan untuk menyuburkan permusuhan. (bash)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.