• Sel. Okt 4th, 2022

Pengurus DPD Hidayatullah Majene Kerja Maksimal dengan SDI Minimal

ByMuhammad Bashori

Nov 8, 2021

HIDAYATULLAHSULBAR.com MAMUJU – Dibutuhkan kreatifitas tinggi menyiasati kekurangan sumber daya insani (SDI) dalam bertugas di daerah yang serba kekurangan, kondisi seperti ini dialami pengurus harian DPD Hidayatullah Majene.

Firdaus, S.Kom.I menyebutkan kondisi tugasnya sebagai ketua meliputi hampir semua bidang, sebagai manajer dalam program kerjanya tidak jarang ia harus menarik isi kotak amal di beberapa toko milik simpatisan.

Jika di dunia maya ada berseliweran podcast Hidayatullah Majene itu juga tidak luput dari gawe ketuanya yang juga sering harus tampil sebagai pengasuh santri putra karena tinggal sepondok dan belum memiliki pendampung langsungnya.

Publikasi berjalan dengan baik dan menyasar semua lapisan masyarakat umum hal ini ditandai (dalam setahun ini) dimulainya pembangunan asrama putra dan pembangunan paket Balai Latihan Kerja dari Kementerian Tenaga Kerja RI tahun 2021 ini.

Setelah beberapa tahun sebelumnya mendapatkan wakaf tanah dan gedung tiga lantai dari keluarga Wakapolri Komjen (Purn) Syafruddin saat itu dan langsung digunakan berasrama oleh santri putri.

Hal itu tentunya tidak dikerjakan sendirian tetap saja melibatkan semua pengurus, bedanya karena pengurus lain masih belum bisa fokus lantaran kendala teknis atau keluarga dan tetap mengedepankan kordinasi.

Menyikapi kondisi seperti itu ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Barat Drs. Mardhatillah menekankan, “Tidak boleh memutuskan hal atau program yang strategis di luar forum kecuali yang teknis itupun harus dikordinasikan dengan baik dengan pengurus lainnya”.

Dalam kondisi seperti itu pengurus DPD Hidayatullah Mejene dianggap mampu bekerja dengan maksimal meski dengan SDI yang masih sangat terbatas.

Ketiganya menghadap ke kantor DPW hari Senin ini, (8-11-21) untuk mendiskusikan hal hal yang dianggap penting untuk membahas langkah langkah strategis.

Menyoal dinamika berorganisasi ini ditekankan agar dapat memaksimalkan fungsi manajemen, tidak boleh cemburu dengan tugas dan pekerjaan orang lain yang ada justru saling menguatkan karena pembagian job dan deskripsinya sudah diatur sebelumnya.

Adapun tentang kultural, di ranah inilah harus dimaksimalkan pemahaman konsep organisasi kepada semua kader agar dapat mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari di kampus kampus Hidayatullah.

“Justru banyak hal seputar komunikasi dapat diselesaikan secara kultural, untuk itu semua kader kader harus faham konsolidasi organisasi Hidayatullah” tandasnya.(bash)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.